Presiden Jokowi: Tahun ini Gak, Kemungkinan Tahun depan Naik UKT

Senin, 27 Mei 2024 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Instagram@jokowi

Foto: Instagram@jokowi

Jakarta, Mercinews.com – Mendikbud Ristek Nadiem Makarim membatalkan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut kenaikan UKT bukan tahun ini, tapi tahun depan.

“Kemungkinan, ini masih kemungkinan, nanti ini kebijakan di Mendikbud akan dimulai kenaikannya tahun depan. Jadi ada jeda tidak langsung seperti sekarang ini,” jelas Jokowi di Istora Senayan, Jakarta, Senin (27/5/2024).

Baca Juga:  IDR Dorong Prabowo Jadi Pemimpin Revolusioner: Sikat Korupsi, Gratiskan Pendidikan dari SD-S1

Kenaikan UKT, kata Jokowi, akan dikaji dan dievaluasi. Ia mempersilakan awak media menanyakan hal teknis ke Kemendikbud Ristek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kemungkinan ini akan dievaluasi dulu, kemudian kenaikan setiap universitas akan dikaji dan dikalkulasi,” tambahnya.

Jokowi menyebut telah memberikan pertimbangan-pertimbangan kepada Nadiem terkait kenaikan UKT. Jadi, atas dasar itu, kenaikan UKT tahun ini dibatalkan.

Baca Juga:  Tidak ada Izin ke Investor China untuk Bangun Pabrik Semen baru di Aceh Selatan

“Ya saya memberikan pertimbangan-pertimbangan, tapi kan tadi sudah disampaikan oleh Mendikbud bahwa UKT sementara ini yang kenaikannya sangat tinggi itu dibatalkan dan akan diatur untuk bisa diringankan. Tapi nanti teknisnya ditanyakan ke Mendikbud, tapi intinya itu sudah dibatalkan oleh Mendikbud,” jelasnya.

Baca Juga:  MER-C Terima Kunjungan Lembaga Kemanusiaan Al Shifaa Lebanon

Sebelumnya, Nadiem dipanggil Jokowi membahas kenaikan UKT di Istana Negara, Jakarta, siang tadi. Nadiem menyebutkan Kemendikbud Ristek resmi membatalkan kenaikan UKT.

“Kami Kemendikbud Ristek telah mengambil keputusan untuk membatalkan kenaikan UKT di tahun ini,” ujar Nadiem di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (mc)

Berita Terkait

Tuntutan Jaksa Ditunda 2 Pekan, Kuasa Hukum Terdakwa Optimistis Perjuangkan Rehabilitasi
Kuntadi Ungkap Strategi Kejagung Berantas Korupsi dan Pulihkan Kerugian Negara
Wakil Jaksa Agung Apresiasi Penerapan Plea Bargain di Kejati Sultra
Pakar Hukum Nilai 29 Entitas dalam Dakwaan Febrie Dapat Dijerat TPPU
Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri untuk Paparkan Kondisi Bangsa
Penjelasan Pakar Hukum soal Polemik Jabatan Suhartoyo sebagai Ketua MK
Dudung Abdurachman Jadi Menko Polkam, Mathla’ul Anwar Bersyukur
Reshuffle Kabinet Prabowo, Pengamat Soroti Pergeseran Sejumlah Figur Era Jokowi

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:24 WIB

Kuntadi Ungkap Strategi Kejagung Berantas Korupsi dan Pulihkan Kerugian Negara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:43 WIB

Wakil Jaksa Agung Apresiasi Penerapan Plea Bargain di Kejati Sultra

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Pakar Hukum Nilai 29 Entitas dalam Dakwaan Febrie Dapat Dijerat TPPU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri untuk Paparkan Kondisi Bangsa

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Penjelasan Pakar Hukum soal Polemik Jabatan Suhartoyo sebagai Ketua MK

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB