“Huntap dan huntara ini adalah simbol kebangkitan bersama. Setelah warga menempati hunian baru, kami juga menyiapkan program pemberdayaan dan pembinaan ekonomi agar masyarakat dapat kembali mandiri dan produktif.”
Tapsel, Mercinews.com – Pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara kian menunjukkan kemajuan signifikan. Progres tersebut mendapat apresiasi dari BenihBaik.com atas sinergi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan dan PTPN IV PalmCo dalam menghadirkan solusi pemulihan pascabencana yang berkelanjutan.
Siaran pers PTPN IV PalmCo, Jumat (30/1/2026) menyebutkan, Founder BenihBaik.com Andi F. Noya menilai pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi dirancang sebagai fondasi kehidupan jangka panjang bagi masyarakat terdampak. Hal itu disampaikan Andi saat meninjau langsung lokasi pembangunan huntap di Batangtoru, awal pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang dibangun di sini bukan sekadar hunian sementara, melainkan ruang hidup yang bermartabat. Pendekatan seperti ini layak menjadi rujukan penanganan pascabencana secara terpadu,” ujar Andi.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu dan Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa. Rombongan meninjau kawasan pembangunan huntap yang berlokasi di Kebun Hapesong, lahan perkebunan negara yang dialokasikan PTPN IV untuk relokasi warga terdampak bencana.
30 hektare
PTPN IV PalmCo menyediakan sekitar 30 hektare lahan di sejumlah titik strategis di Batangtoru untuk mendukung pembangunan huntap dan huntara. Salah satunya berada di Afdeling II Kebun Hapesong dengan luas sekitar lima hektare, yang tengah dibangun 227 unit huntap bagi warga Desa Hapesong Baru dan Batu Godang. Hingga akhir Januari 2026, progres pembangunan di kawasan tersebut telah mencapai sekitar 30 persen.
Kawasan hunian tersebut dirancang sebagai lingkungan terpadu yang dilengkapi fasilitas pendukung, seperti masjid, balai desa, dan lapangan olahraga. Sementara itu, di Afdeling I Kebun Hapesong, PTPN IV juga menyiapkan lahan seluas lima hektare sebagai zona huntara untuk menampung warga selama masa transisi sebelum menempati hunian tetap.
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mengatakan, dukungan penyediaan lahan dari PTPN IV menjadi faktor penting dalam percepatan relokasi warga dari kawasan rawan bencana. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor memungkinkan proses pemulihan berjalan lebih terencana dan terukur.
“Kami mendorong percepatan pembangunan agar warga segera keluar dari pengungsian. Dukungan PTPN IV sangat signifikan, mulai dari pemanfaatan rumah dinas untuk pengungsian awal hingga penyediaan lahan permanen bagi huntap,” kata Gus Irawan.
Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian kepada warga terdampak setiap bulan guna menjamin pemenuhan kebutuhan dasar selama proses pembangunan berlangsung. Kontrak pembangunan huntap ditargetkan rampung pada April 2026, meski pemerintah daerah terus berupaya mendorong penyelesaian lebih cepat.
Pemulihan Sosial dan Ekonomi
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menegaskan, komitmen perusahaan tidak berhenti pada pembangunan hunian dan penyediaan lahan. Pemulihan sosial dan ekonomi warga, menurutnya, menjadi bagian penting dari agenda pascarelokasi.
“Huntap dan huntara ini adalah simbol kebangkitan bersama. Setelah warga menempati hunian baru, kami juga menyiapkan program pemberdayaan dan pembinaan ekonomi agar masyarakat dapat kembali mandiri dan produktif,” ujar Jatmiko.
Sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan elemen masyarakat sipil tersebut dinilai memberi harapan baru bagi penyintas bencana di Batangtoru. Bagi BenihBaik.com, kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana dapat dilakukan secara lebih manusiawi, terencana, dan berkelanjutan bukan sekadar respons darurat, melainkan investasi sosial bagi masa depan warga.(red)






