PalmCo Serap 3,25 Juta Ton TBS Petani Sepanjang 2025, Produktivitas Meningkat

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok. PTPN IV PalmCo

Foto: Dok. PTPN IV PalmCo

Jakarta, Mercinews.com – Sepanjang 2025, PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero), berhasil menyerap 3,25 juta ton tandan buah segar (TBS) dari petani sawit. Serapan ini menjadi bukti peningkatan produktivitas kebun rakyat dan kepastian pasar bagi petani di tengah fluktuasi harga dan tantangan produksi. Keberadaan PalmCo sebagai offtaker yang konsisten dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan usaha kebun rakyat.

“Tahun lalu, dari total 12,26 juta ton TBS yang diolah, sebesar 3,25 juta ton berasal dari produksi petani, baik swadaya maupun plasma,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko, dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026), di Jakarta.

Angka tersebut meningkat sekitar 16 persen dibandingkan capaian 2024. Serapan TBS itu berasal dari hasil panen ratusan kemitraan koperasi unit desa (KUD) dan lembaga pekebun yang tersebar di tujuh regional PalmCo, serta belasan ribu petani yang mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Bagi industri sawit, peningkatan serapan TBS kebun rakyat tidak hanya berkaitan dengan pasokan bahan baku, tetapi juga berdampak langsung pada stabilitas ekonomi petani di tingkat tapak.

“Kemampuan perusahaan maupun industri untuk menyerap hasil panen akan berbanding lurus dengan harga, pendapatan, dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Dari sisi petani mitra binaan, produktivitas kebun juga menunjukkan tren positif. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan membina belasan ribu petani dengan rata-rata produktivitas TBS di atas standar nasional.

“Produktivitas TBS petani plasma dapat tumbuh 19–20 persen. Hal ini didorong oleh pendampingan teknis, perbaikan praktik budidaya, dan kepastian penyerapan hasil panen yang membuat petani lebih berani berinvestasi di kebunnya,” jelas Jatmiko.

Selain berdampak bagi petani, serapan TBS kebun rakyat menjadi bagian penting dari strategi menjaga keberlanjutan pasokan sawit nasional.

Baca Juga:  Bank Indonesia siapkan Rp195 triliun untuk penukaran uang sambut Idul Fitri 2023

“Dengan luasan lebih dari 30 persen dari komposisi nasional, petani merupakan tulang punggung produksi sawit. Karena itu, menjaga kepastian serapan dan membangun kemitraan yang sehat menjadi kunci,” tambahnya.

Memberikan Kepastian

Ketua Aspekpir Indonesia, Setiyono, menilai kemitraan dengan PalmCo memberi kepastian sekaligus meningkatkan kapasitas petani.

“Kami merasakan perhatian yang nyata, terutama dalam pendampingan dan pelatihan. Pengetahuan petani bertambah, dan hasil kebun ikut meningkat,” kata Setiyono.

Muhammad Nur, petani mitra PTPN IV Regional I Djaba, menekankan bahwa kepastian serapan menjadi faktor penting bagi petani swadaya.

“Hasil panen kami terserap dengan baik. Selain itu, kami dibimbing agar pengelolaan kebun ke depan lebih berkelanjutan,” ujarnya.

PalmCo juga menempatkan keberlanjutan kebun rakyat sebagai perhatian jangka panjang, termasuk melalui dukungan terhadap Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Sepanjang 2025, realisasi rekomendasi teknis PSR yang difasilitasi PalmCo mencapai 23.188 hektare, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Emas Murni di Banda Aceh Naik Jadi 3 Juta Permayam

Melalui PSR, PalmCo berperan sebagai mitra pendamping bagi petani, mulai dari aspek teknis hingga memastikan kebun hasil peremajaan kembali produktif dan terhubung dengan rantai pasok industri.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga produktivitas petani seiring bertambahnya usia tanaman.

“Kombinasi antara kepastian serapan TBS dan dukungan peremajaan kebun menjadi fondasi penguatan ekonomi perdesaan. Kebun rakyat yang produktif tidak hanya menopang industri sawit, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja di wilayah operasional,” tambah Jatmiko.

Ke depan, PalmCo menargetkan peningkatan serapan TBS petani swadaya seiring perluasan kemitraan dan penguatan pendampingan.

Dengan demikian, keberlanjutan industri sawit nasional diharapkan sejalan dengan peningkatan kesejahteraan petani.(red)

Berita Terkait

PTPN IV PalmCo Percepat Sertifikasi SDM, Targetkan 5.120 Tenaga Kerja Kompeten
Prabowo Sebut Tim BRIN Temukan Cadangan Emas dan Mineral Baru di Pegunungan Papua
PTPN IV PalmCo Bagikan Dividen Rp 2,83 Triliun dari Laba 2025
Menkeu Purbaya: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, Belum Mengarah ke Krisis
Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90,3 Persen, Tembus Rp 7,08 Triliun
Menkeu Purbaya: Efisiensi Anggaran Program MBG Tetap Jaga Keberlangsungan Program
Kado Hari Krida Pertanian, PTPN IV PalmCo Serap 1,34 Juta Ton TBS Petani hingga Mei 2026
BRI Region 6 Perkuat Sinergi dengan Media melalui Media Gathering

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:12 WIB

PTPN IV PalmCo Percepat Sertifikasi SDM, Targetkan 5.120 Tenaga Kerja Kompeten

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:09 WIB

Prabowo Sebut Tim BRIN Temukan Cadangan Emas dan Mineral Baru di Pegunungan Papua

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:14 WIB

PTPN IV PalmCo Bagikan Dividen Rp 2,83 Triliun dari Laba 2025

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:52 WIB

Menkeu Purbaya: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, Belum Mengarah ke Krisis

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:39 WIB

Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90,3 Persen, Tembus Rp 7,08 Triliun

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB