Pasien Membeludak, Ibu Ida Dayak Batal Gelar Pengobatan di Depok

Senin, 3 April 2023 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Pengobatan alternatif Ibu Ida Dayak di GOR Kostrad, Cilodong, Depok, batal dilaksanakan. Ibu Ida Dayak tidak sanggup melayani pasien yang membeludak.

“Mohon maaf saya mengumumkan, Ibu Ida tidak bersedia atau tidak mampu untuk melakukan pengobatan, karena kondisinya ramai sekali tidak mungkin melakukan pengobatan satu per satu,” kata Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 1 Kostrad Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun saat mengumumkan ke warga, di Kostrad Cilodong, Depok, Senin (3/4/2023).

Baca Juga:  Kanwil Kemenkum Bali Siap Bersinergi Wujudkan Bale Kertha Adhyaksa

Bobby menyampaikan jumlah pasien yang membludak ini tidak bisa selesai dalam 4-5 hari. Bobby pun memohon maaf atas pengobatan Ibu Ida Dayak yang dibatalkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena jumlah segini banyak tidak mungkin selesai dalam waktu 4-5 hari. Semoga Bapak-Ibu selamat dalam perjalanan pulang ke rumah. Nanti kita atur waktunya yang sekian banyak ya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Beredar Dokumen Bagi-bagi Fee Tambang emas di Aceh Selatan

Bobby memastikan tidak ada praktik pengobatan untuk esok hari. Pihaknya akan mengevaluasi kembali.

“Besok saya pastikan tidak ada praktek pengobatan, saya evaluasi dulu. Besok saya pending dulu,” ungkapnya.

Sebelumnya, GOR Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat (Jabar), dipadati pasien pengobatan tradisional urut Ibu Ida Dayak. Antrean dan kedatangan berduyun-duyun orang yang hendak berobat ke Ibu Ida Dayak membuat lalu lintas di sekitar lokasi macet.

Baca Juga:  Yasarini Lanud Husein Gelar Syukuran HUT ke-37, Fokus pada Peningkatan SDM Unggul

Pantauan detikcom, di lokasi, Senin (3/4/2023) pukul 14.09 WIB, banyak pasien yang duduk di kursi roda lalu-lalang. Mereka diantar keluarganya.

Para pasien yang tak mendapatkan tempat antre yang teduh melindungi diri dari panasnya sinar matahari dengan payung. Ada juga warga yang membawa tikar sembari menunggu antre.

Di antara mereka, ada yang membawa serta anak-anak. Mereka rela berjam-jam menunggu giliran untuk diobati Ida Dayak.

(*)

Berita Terkait

Imigrasi Bali Gencarkan Patroli Dharma Dewata, Awasi Aktivitas WNA
Akademisi USK Soroti Konflik PTPN IV Cot Girek, Minta Pemerintah Fasilitasi Dialog
Imigrasi Ngurah Rai Buka Layanan Paspor Akhir Pekan di Discovery Mall Bali
Imigrasi Ngurah Rai Sampaikan Kronologi Kematian WNA Australia di Ruang Detensi
Imigrasi Ponorogo Buka Layanan Paspor CPMI di LTSA, Permudah Pengurusan Dokumen ke Luar Negeri
Imigrasi Ngurah Rai Dekatkan Layanan Publik Lewat Immigration Lounge
400 KK Penambang di Aceh Selatan Desak Percepatan Penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat
Bertemu Sael di Manokwari, Gugun Gumilar Dorong Pemuda Papua Kuliah ke Luar Negeri

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:24 WIB

Imigrasi Bali Gencarkan Patroli Dharma Dewata, Awasi Aktivitas WNA

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:43 WIB

Akademisi USK Soroti Konflik PTPN IV Cot Girek, Minta Pemerintah Fasilitasi Dialog

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:21 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Buka Layanan Paspor Akhir Pekan di Discovery Mall Bali

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:45 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Sampaikan Kronologi Kematian WNA Australia di Ruang Detensi

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:07 WIB

Imigrasi Ponorogo Buka Layanan Paspor CPMI di LTSA, Permudah Pengurusan Dokumen ke Luar Negeri

Berita Terbaru