Jakarta, Mercinews.com – Bank Kalimantan Barat (Kalbar) resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai calon direktur utama (Dirut) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Februari 2026 lalu.
Berdasarkan penelusuran, Edy Kusnadi, memulai kariernya dari posisi staf di Cabang Nanga Pinoh Kabupaten Melawi sebelum menapaki berbagai jenjang jabatan selama sekitar 17 tahun di Bank Kalbar.
Dalam perjalanannya, Edy juga pernah menjabat di posisi manajerial, termasuk sebagai wakil pemimpin cabang di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengalaman di berbagai lini operasional dan manajerial tersebut menjadi bagian dari rekam jejak internalnya di bank daerah tersebut.
Para pemegang saham menilai pengalaman panjang Edy di internal perusahaan menjadi modal penting dalam memimpin transformasi Bank Kalbar ke depan.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (4/5/2026), Edy menyebut Bank Kalbar berada dalam kondisi kinerja yang sehat.
Ia merujuk pada sejumlah indikator keuangan yang menunjukkan stabilitas bank pada 2025.
“Bank Kalbar adalah bank dengan kondisi yang sangat sehat, dengan risiko kredit rendah, efisiensi operasional baik, permodalan sangat kuat, profitabilitas stabil, serta likuiditas yang terjaga,” kata Edy.
Ia menambahkan, total aset Bank Kalbar pada 2025 mencapai Rp 27,68 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 511 miliar.
Penyaluran Kredit UMKM
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat mencapai Rp 2,93 triliun hingga 31 Maret 2026 dengan lebih dari 19.000 debitur.
Kendati demikian, porsi kredit UMKM masih sekitar 16,40 persen dari total kredit. Edy menyatakan terdapat ruang untuk meningkatkan kontribusi sektor tersebut dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.
“Penguatan UMKM akan dilakukan dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi serta pengawasan berlapis,” ujarnya.
Ke depan, Edy juga menekankan pentingnya keseimbangan portofolio bisnis antara segmen wholesale dan ritel, peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee-based income), serta akselerasi transformasi digital.
Ia menilai struktur bisnis yang seimbang diperlukan untuk menjaga ketahanan bank di tengah dinamika ekonomi dan persaingan industri perbankan.
Bank Kalbar juga diharapkan dapat terus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, serta berperan sebagai mitra strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjaga stabilitas sistem keuangan daerah.(red)






