Kunjungan Putin ke Vietnam mendorong kerja sama lebih lanjut antara Rusia

Kamis, 20 Juni 2024 - 02:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat Vladimir Putin tiba di ibu kota Vietnam

Pesawat Vladimir Putin tiba di ibu kota Vietnam

Hanoi, Mercinews.com – Kunjungan tingkat negara ke Vietnam oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada 19-20 Juni atas undangan Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam Nguyễn Phú Trọng merupakan protokol diplomatik tingkat tertinggi dalam hubungan antar negara, Duta Besar Luar Biasa dan Yang Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Vietnam G.S. Bezdetko mengatakan kepada pers pada 19 Juni.

Dubes Bezdetko menegaskan bahwa kunjungan tersebut bertepatan dengan peringatan 30 tahun Traktat Prinsip-prinsip Dasar Hubungan Persahabatan antara Vietnam dan Rusia (16 Juni 1994-2024).

Dokumen bersejarah ini telah memperluas hubungan antara kedua negara secara signifikan, sekaligus meletakkan dasar bagi pengembangan dan implementasi proyek-proyek dan inisiatif bersama yang besar di banyak bidang, katanya.

Diplomat tersebut mengatakan bahwa perjanjian tersebut menandai dimulainya fase baru dalam pengembangan kerja sama multifaset antara kedua negara dan menciptakan landasan untuk membawa hubungan Rusia-Việt Nam ke dalam kemitraan strategis yang komprehensif.

Diversifikasi kerja sama bilateral

Duta Besar Bezdetko menegaskan bahwa hubungan kerja sama antara Vietnam dan Rusia selama tiga dekade terakhir selalu berkembang, dinamis, dan beragam.

Pada tahun 2001, Deklarasi Kemitraan Strategis Rusia-Việt Nam ditandatangani di Hà Nội.

Pada tahun 2012, kemitraan strategis kedua belah pihak ditingkatkan menjadi kemitraan strategis komprehensif.

Dialog politik rutin dilakukan di semua tingkatan, dan kedua belah pihak memiliki mekanisme interaksi yang efektif di bidang perdagangan, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan humaniora.

Dialog langsung antar pemimpin selalu menjadi peluang untuk memperkuat kepercayaan politik, terutama dalam situasi saat ini ketika konteks politik dan ekonomi global sedang mengalami perubahan drastis, menurut diplomat tersebut.

Baca Juga:  Serangan udara Israel ke rumah-rumah warga di Jalur Gaza 20 orang meninggal dunia

Bahkan selama pandemi COVID-19, ketika semua kontak dilakukan secara online, para pemimpin Rusia dan Vietnam masih rutin bertukar pikiran dan membahas isu-isu paling mendesak dalam agenda bilateral.

Presiden Vladimir Putin telah mengunjungi Vietnam empat kali, termasuk dua kunjungan resmi pada tahun 2001 dan 2013 dan dua kali menghadiri KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Hà Nội dan Đà Nẵng pada tahun 2006 dan 2017.

Pada tahun lalu, Menteri Keamanan Publik, sekarang Presiden Tô Lâm, Ketua Komisi Urusan Luar Negeri Komite Sentral Partai Lê Hoài Trung, Menteri Pertahanan Nasional Phan Văn Giang dan Wakil Ketua Majelis Nasional Nguyễn Khắc Định, mengunjungi Rusia.

Baca Juga:  Gubernur Bali usulkan cabut visa on arrival bagi WN Rusia dan Ukraina

Hasil-hasil pertemuan telah menciptakan landasan yang baik bagi hubungan bilateral di tingkat tertinggi.

Pejabat Rusia tersebut menegaskan bahwa kunjungan Presiden Putin mendatang bertujuan untuk menciptakan lebih banyak motivasi untuk mengembangkan kerja sama Rusia-Việt Nam di banyak bidang.

Fokusnya adalah memperkuat interaksi di bidang tradisional seperti ekonomi dan investasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan dan pelatihan, budaya dan pariwisata, serta pertahanan dan keamanan.

Rusia bersedia bekerja sama erat dengan Việt Nam di arena internasional, terutama di PBB dan dalam kerangka kerja yang berpusat di ASEAN, berdasarkan kedekatan atau kebetulan pandangan mengenai isu-isu utama dalam agenda global dan regional, serta mendorong pendekatan bersama dalam penyelesaian masalah. isu-isu mendesak pada zamannya.

(m/ci)

Berita Terkait

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Berita Terbaru