Kapal nelayan Aceh Timur terdampar di Perairan Myanmar

Kamis, 11 Juli 2024 - 23:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arsip foto - Kapal nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi, Kabupaten Aceh Timur. ANTARA/Hayaturahmah

Arsip foto - Kapal nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi, Kabupaten Aceh Timur. ANTARA/Hayaturahmah

Aceh Timur, Mercinews.com – Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi, Kabupaten Aceh Timur, menyatakan kapal motor nelayan asal kabupaten tersebut dengan tujuh anak buah kapal dan satu nakhoda terdampar di perairan Myanmar.

Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi Ermansyah di Aceh Timur, Kamis 11/7), mengatakan kapal nelayan tersebut dengan nama KM Aslam Samudera. Kapal motor tersebut masuk ke perairan negara tetangga tersebut diduga kehabisan bahan bakar.

“Kapal motor nelayan Aceh Timur tersebut kehabisan bahan bakar, sehingga terombang-ambing selama tiga hari hingga akhirnya hanyut ke perairan Myanmar,” kata Ermansyah.

Ermansyah menyebutkan kapal nelayan KM Aslam Samudera melaut dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur, pada Selasa (24/6).

Kapal motor yang dinakhodai M Nur itu berlayar menuju perairan Selat Malaka guna menangkap ikan. Kapal motor tersebut dengan tujuh orang anak buah kapal (ABK).

Beberapa hari menangkap ikan di perairan Indonesia, Selat Malaka, kata Ermansyah, kapal motor tersebut kehabisan bahan bakar. Kapal yang diawaki seorang nakhoda dengan tujuh nelayan tersebut tidak bisa melanjutkan pelayaran karena terombang-ambing di lautan.

Baca Juga:  Mengapa kudeta di Bolivia berakhir begitu cepat dan tidak masuk akal

Kapal nelayan Aceh Timur itu dibawa arus hingga masuk perairan Myanmar. Pihak keamanan laut Myanmar menemukan kapal nelayan tersebut dan dan menariknya ke Pelabuhan Kwaitong, Myanmar pada Rabu (10/7).

“Berdasarkan laporan yang kami diterima, nakhoda beserta anak buah kapal masih diamankan di Kantor Angkatan Laut Myanmar Pelabuhan Kwaitong. Laporan ini sudah kami teruskan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti,” kata Ermansyah.

Baca Juga:  TNI Kodim Abdya Bedah Rumah Janda Tiga Anak Melalui Pogram TMMD

Adapun awak KM Aslam Samudera yang berada di Myanmar yakni M Nur (nakhoda) warga Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Annas (kepala kamar mesin), warga Pusong, Kota Langsa.

Sedangkan lima anak buah kapal lainnya yakni Mustafa Kamal warga Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Serta Abdullah, Helmi, dan Mola Zikri, semuanya dari Kota Langsa, dan Muzakir asal Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara.

(mc)

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Mahasiswi ini sebelum lompat dari gedung lantai 12 cari cara bunuh diri, di Internet
Menteri AHY ungkap kasus mafia tana senilai Rp3,41 triliun di Jawa Tengah
Kejuaraan Provinsi Balap Motor IMI Aceh resmi Dimulai
Amrullah Jabat sebagai PJ Bupati Aceh Timur
Pj Wali Kota dan Bunda PAUD Sabang tinjau hari pertama masuk sekolah
Operasi Patuh Seulawah 2024 di Mulai, Sekda Sulaimi Hadiri Apel Pasukan di Aceh Besar
Illiza persiapan PON Aceh-Sumut lebih siap dibanding persiapan PON di Papua
Haji Uma Bantu Biaya Pendampingan Pasien Anak Aceh Timur di Rujuk ke RSUDZA
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 21:48 WIB

Mahasiswi ini sebelum lompat dari gedung lantai 12 cari cara bunuh diri, di Internet

Senin, 15 Juli 2024 - 17:19 WIB

Menteri AHY ungkap kasus mafia tana senilai Rp3,41 triliun di Jawa Tengah

Senin, 15 Juli 2024 - 16:17 WIB

Kejuaraan Provinsi Balap Motor IMI Aceh resmi Dimulai

Senin, 15 Juli 2024 - 16:04 WIB

Amrullah Jabat sebagai PJ Bupati Aceh Timur

Senin, 15 Juli 2024 - 15:50 WIB

Pj Wali Kota dan Bunda PAUD Sabang tinjau hari pertama masuk sekolah

Berita Terbaru

AFP melalui Getty Images

Olahraga

Pendapatan timnas dari Euro 2024 pun mulai diketahui

Senin, 15 Jul 2024 - 23:28 WIB