Jakarta, Mercunews.com – Lebih dari 70 orang meninggal dunia dan sekitar 300 lainnya terluka setelah IDF menyerang kamp pengungsi di kota Khan Yunis di selatan Jalur Gaza, Al Jazeera melaporkan pada sabtu 13 Juli 2024,
Rumah sakit tempat para korban dirawat mengatakan mereka tidak bisa lagi menerima korban luka luka.
Kantor Media Pemerintah Gaza juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan lebih dari 100 orang Palestina, termasuk staf pertahanan sipil, tewas dan ratusan terluka dalam serangan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ini adalah pembantaian baru yang dilakukan oleh militer Israel di salah satu wilayah di mana orang-orang disuruh mencari perlindungan. Jet tempur Israel menargetkan al-Mawasi dengan lima bom dan lima rudal di tempat tinggal pengungsi Palestina.
Korbannya adalah anak-anak, warga sipil tak berdosa, perempuan dan orang lanjut usia.
Pesawat tempur Israel menembakkan lima rudal ke tenda pengungsi Palestina di dekat bundaran al-Nus. Serangan tersebut terjadi di dekat tenda dan unit penyulingan air di al-Mawasi, yang menyebabkan banyak korban.
Mereka yang terluka sedang diangkut ke rumah sakit terdekat.
Seorang juru bicara pertahanan sipil Gaza mengatakan kepada Al Jazeera bahwa daerah yang ditargetkan ditetapkan oleh pasukan Israel sebagai zona “aman”.
Seorang pejabat di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis mengatakan kepada Al Jazeera bahwa lebih dari 50 jenazah dan puluhan orang terluka telah tiba di rumah sakit.
Dia menekankan bahwa tim medis tidak memiliki kapasitas untuk menerima lebih banyak pasien yang terluka, yang terus dievakuasi oleh tim pertahanan sipil dari lokasi pemboman Israel di al-Mawasi.
Rumah sakit Rafah juga telah menerima sejumlah orang yang terluka, namun mereka juga tidak dapat memberikan perawatan yang diperlukan karena kekurangan pasokan medis.
Masyarakat menjadi sangat panik dan ketakutan karena di sinilah mereka disuruh mencari perlindungan dan ribuan tempat penampungan sementara telah didirikan di sana.
Petugas darurat terus mencari korban selamat untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit lapangan guna mendapatkan perawatan medis.
(m/c)
Sumber Berita : AL JAZEERA






