Banda Aceh, Mercinews.com – Suasana di Masjid Gampong Baro, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, pada Juma”at Malam sempat dipenuhi jamaah yang bersiap melaksanakan shalat tarawih perdana. Namun, setelah mendengar pengumuman dari salah satu tokoh masyarakat, Tgk. Raja, warga akhirnya batal melaksanakan shalat tarawih dan memilih kembali ke rumah masing-masing.
Dalam pengumumannya, Tgk. Raja menyampaikan informasi dari Imum Masjid Baitul Ala, Tgk. Mahlil, yang menyebut bahwa ulama Aceh, Abu H. Athailah atau Abu Ulee Titi, tidak melaksanakan shalat tarawih malam ini karena hilal belum terlihat.
“Jika ada warga yang ingin berpuasa besok, kami persilakan. Namun, kami mengikuti ulama dayah Aceh,” ujar Tgk. Raja di hadapan jamaah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mendengar pengumuman tersebut, warga yang sudah berkumpul di masjid perlahan membubarkan diri dan menunggu kepastian lebih lanjut mengenai awal Ramadhan.
Sebagian Masjid di Banda Aceh Tetap Gelar Tarawih
Sementara itu, berdasarkan pantauan KanalInspirasi, sejumlah masjid lain di Kota Banda Aceh tetap melaksanakan shalat tarawih.
Di Masjid Raya Baiturrahman, jamaah tampak memenuhi saf untuk melaksanakan tarawih. Hal yang sama juga terjadi di Masjid Lampulo, yang dipadati warga yang tetap beribadah seperti biasa.
“Kami tetap shalat tarawih malam ini dan besok berpuasa mengikuti keputusan pemerintah,” ujar Geuchik Lampulo, Alta Zaini.
Selain Lampulo, beberapa masjid lain seperti Masjid Punge Ujong, Masjid Punge Blang Cut, dan Masjid Lamlagang juga tetap melaksanakan tarawih. Jamaah tampak khusyuk meskipun awal Ramadhan di Aceh masih menjadi perdebatan.
Perbedaan dalam menentukan awal Ramadhan seperti ini memang sudah sering terjadi, terutama antara kelompok yang mengikuti rukyatul hilal (pengamatan bulan) dan yang mengikuti keputusan pemerintah berdasarkan hisab dan sidang isbat.
Meski begitu, warga tetap menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing dengan tetap menjunjung tinggi toleransi dan saling menghormati perbedaan yang ada.(*)






