GKR Pakoe Boewono Jalin Diplomasi Budaya dengan Timor Leste

Selasa, 5 Agustus 2025 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dubes Republik Demokratik Timor Leste, Mr. Roberto Sarmento de Oliveira Soares (kedua kiri) bersama GKR Pakoe Boewono (kedua kanan), KRA. Samsul A. Wijoyonagoro (kiri), dan KRA. Tundra Meliala Wartonagoro (kanan) di Kantor Kedubes Republik Demokratik Timor Leste, Jakarta Selatan, Senin (4/8/2025).(Foto: istimewa)

Dubes Republik Demokratik Timor Leste, Mr. Roberto Sarmento de Oliveira Soares (kedua kiri) bersama GKR Pakoe Boewono (kedua kanan), KRA. Samsul A. Wijoyonagoro (kiri), dan KRA. Tundra Meliala Wartonagoro (kanan) di Kantor Kedubes Republik Demokratik Timor Leste, Jakarta Selatan, Senin (4/8/2025).(Foto: istimewa)

JAKARTA, MERCINEWS.COM – Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakoe Boewono, Prameswari Dalem dari Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono XIII, melakukan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Demokratik Timor Leste di Jakarta, Senin (4/8/2025).

Siaran pers yang dirilis Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat, Selasa (5/8/2025), menyebutkan bahwa kunjungan GKR Pakoe Boewono menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan budaya antara Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan masyarakat Republik Demokratik Timor Leste.

Dalam kunjungan tersebut, GKR Pakoe Boewono didampingi oleh dua Sentono Dalem, yakni KRA. Samsul A. Wijoyonagoro dan KRA. Tundra Meliala Wartonagoro, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum AMKI Pusat. Rombongan diterima secara resmi dan penuh kehormatan oleh Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia, Mr. Roberto Sarmento de Oliveira Soares, di Kantor Kedubes Timor Leste, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.

GKR Pakoe Boewono membawa semangat memperkuat jembatan kultural antara dua bangsa serumpun yang memiliki keterkaitan sejarah yang dalam, khususnya melalui warisan kerajaan-kerajaan lama yang pernah berjaya di wilayah Pulau Timor.

Dalam sambutannya, Duta Besar Roberto menyampaikan kegembiraannya atas kunjungan dari pihak Keraton Surakarta. Ia menegaskan bahwa meskipun Timor Leste kini berbentuk republik, sejarah mencatat keberadaan sejumlah kerajaan lokal di masa lampau, seperti Kerajaan Belu, yang memiliki keterikatan budaya dan sejarah dengan wilayah Indonesia, khususnya di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga:  PalmCo Kumpulkan Petani Sawit se-Indonesia, Ini Tujuannya

“Timor Leste memang sudah tidak memiliki sistem kerajaan, tetapi kami tetap melestarikan nilai-nilai adat dan budaya. Kami merasa terhormat menerima kunjungan dari Keraton Surakarta dan berharap ke depan dapat terjalin kerja sama lebih luas di bidang pendidikan maupun pertukaran budaya,” ujar Dubes Roberto.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sebelumnya telah mendampingi Presiden Timor Leste dalam kegiatan budaya di Yogyakarta dan menyampaikan niat untuk mengunjungi Surakarta dalam waktu dekat.

Komitmen Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

KRA. Samsul A. Wijoyonagoro selaku juru bicara rombongan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Kedubes Timor Leste.

“Atas nama Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, kami mengucapkan terima kasih kepada Yang Mulia Duta Besar Timor Leste atas sambutan yang penuh kehormatan. Kami berharap, pembicaraan terkait kerja sama budaya antara Surakarta dan Timor Leste dapat segera diwujudkan,” tuturnya.

Baca Juga:  Semangat HUT ke-81 RI, AMKI Pusat Bersiap Gelar RALB untuk Penataan Organisasi 

“Tentu saja, Keraton Surakarta dengan penuh sukacita siap menyambut kunjungan Yang Mulia Presiden Timor Leste ke Surakarta,” imbuh KRA. Samsul.

Ia menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan awal dari komunikasi budaya lintas negara yang berakar pada nilai-nilai sejarah dan leluhur. KRA. Samsul menyoroti pentingnya menjaga hubungan antara Keraton Surakarta dan tradisi adat di wilayah kerajaan-kerajaan tua di Timor, seperti Wewiku-Wehali dan Tasifeto, yang menggunakan bahasa Tetun—bahasa utama di Timor Leste hingga kini.

Pihak Keraton berharap, pertemuan ini menjadi pijakan awal menuju penguatan diplomasi budaya, sekaligus menegaskan posisi Keraton Kasunanan Surakarta sebagai penjaga warisan peradaban Nusantara.(red)

Berita Terkait

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda
Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat
Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif
Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026
KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’
Menteri PPPA Minta Keamanan Siswa Dijaga Usai Temuan Senjata dan Narkotika di Sekolah
Alexius Tantrajaya Ungkap Alasan ST Burhanuddin Masih Layak Pimpin Kejagung
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Usai Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:09 WIB

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:55 WIB

Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:45 WIB

KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB