Ganas Annar MUI: Lindungi Perempuan dari Jebakan Sindikat Narkoba

Selasa, 8 Juli 2025 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba Majelis Ulama Indonesia (Ganas Annar MUI) Dr. Titik Haryati, M.Pd (Foto: Dok.Pribadi)

Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba Majelis Ulama Indonesia (Ganas Annar MUI) Dr. Titik Haryati, M.Pd (Foto: Dok.Pribadi)

JAKARTA, MERCINEWS.COM – Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba Majelis Ulama Indonesia (Ganas Annar MUI), Titik Haryati, mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya keterlibatan perempuan dalam jaringan peredaran narkoba. Ia menegaskan bahwa perempuan harus dilindungi dari upaya sindikat yang memanfaatkan kelemahan psikologis dan kondisi sosial mereka demi keuntungan bisnis haram tersebut.

“Perempuan dikenal memiliki sifat lembut, luwes, dan mudah terbujuk. Karakter ini kerap dimanfaatkan oleh bandar narkoba untuk dijadikan perantara dalam bisnis besar narkotika,” ujar Titik dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/7/2025).

Titik menyebutkan, banyak perempuan tergiur dengan imbalan besar yang ditawarkan sindikat narkoba, seperti uang tunai, barang mewah, atau janji kehidupan yang lebih baik. Sayangnya, di balik janji tersebut tersembunyi risiko hukum, sosial, dan psikologis yang sangat berat.

Menurut data yang dikemukakannya, sekitar 70 persen warga binaan perempuan di lembaga pemasyarakatan tersangkut kasus narkoba. Bahkan, sejak 2010, diperkirakan 12 persen atau sekitar 30 juta penduduk Indonesia pernah terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

“Perempuan jangan hanya dijadikan korban, apalagi sampai menjadi pengguna atau pengedar. Jika itu terjadi, maka masalah baru akan muncul: anak terlantar, rumah tangga retak, dan meningkatnya angka perceraian,” tegas pegiat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tersebut.

Sebagai Ketua Bidang Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pencegahan Radikalisme dan Narkoba di Perguruan Tinggi DPP Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), Titik menekankan pentingnya edukasi narkoba sejak usia dini. Ia menyerukan agar keluarga, sekolah, dan lembaga keagamaan aktif memberikan pemahaman mengenai bahaya narkotika secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Bareskrim menduga ada narkopolitik di kasus 70 Kg sabu caleg Aceh Tamiang

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya mendukung Program Prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam Asta Cita ke-7, yang menekankan penguatan reformasi hukum serta pemberantasan korupsi dan narkoba. Menurutnya, seluruh elemen bangsa harus bersatu padu dalam menciptakan Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba) sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

Titik juga mendorong terbentuknya sinergi antara instansi pemerintah, swasta, akademisi, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, organisasi perempuan, Pusat Studi Gender dan Perlindungan Anak (PSGPA), Pusat Studi Wanita (PSW), hingga majelis taklim dan sekolah minggu, perlu dilibatkan secara aktif dalam menyuarakan bahaya narkoba.

“Kesadaran perempuan untuk menolak keterlibatan dalam narkoba harus ditumbuhkan melalui sosialisasi yang masif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga:  Tim MUSAR Indonesia tiba di Turki langsung bekerja di lokasi terdampak gempa

Perempuan Makin Banyak Terlibat

Senada dengan pernyataan Ganas Annar MUI, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Marthinus Hukom, dalam puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025 di TMII, Jakarta (26/6/2025), juga menyebut bahwa keterlibatan perempuan dalam sindikat narkoba semakin mengkhawatirkan.

“Sekitar lima persen dari total pelaku narkoba di Indonesia saat ini adalah perempuan. Banyak dari mereka adalah ibu rumah tangga yang tergoda motif ekonomi atau gaya hidup mewah,” ungkapnya.

BNN mencatat, selama periode April hingga Juni 2025, dari 285 sindikat narkoba yang diungkap, 29 di antaranya melibatkan perempuan. Peringatan HANI tahun ini mengusung tema “Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkoba melalui Pencegahan, Rehabilitasi, dan Pemberantasan Menuju Indonesia Emas 2045.”.(red)

Berita Terkait

Tuntutan Jaksa Ditunda 2 Pekan, Kuasa Hukum Terdakwa Optimistis Perjuangkan Rehabilitasi
Kuntadi Ungkap Strategi Kejagung Berantas Korupsi dan Pulihkan Kerugian Negara
Wakil Jaksa Agung Apresiasi Penerapan Plea Bargain di Kejati Sultra
Pakar Hukum Nilai 29 Entitas dalam Dakwaan Febrie Dapat Dijerat TPPU
Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri untuk Paparkan Kondisi Bangsa
Penjelasan Pakar Hukum soal Polemik Jabatan Suhartoyo sebagai Ketua MK
Dudung Abdurachman Jadi Menko Polkam, Mathla’ul Anwar Bersyukur
Reshuffle Kabinet Prabowo, Pengamat Soroti Pergeseran Sejumlah Figur Era Jokowi

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Tuntutan Jaksa Ditunda 2 Pekan, Kuasa Hukum Terdakwa Optimistis Perjuangkan Rehabilitasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:24 WIB

Kuntadi Ungkap Strategi Kejagung Berantas Korupsi dan Pulihkan Kerugian Negara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:43 WIB

Wakil Jaksa Agung Apresiasi Penerapan Plea Bargain di Kejati Sultra

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Pakar Hukum Nilai 29 Entitas dalam Dakwaan Febrie Dapat Dijerat TPPU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri untuk Paparkan Kondisi Bangsa

Berita Terbaru