AS ‘Tutup Mata’ Ogah Bantu Israel Balas Dendam ke Iran

Senin, 15 April 2024 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Pemerintah Amerika Serikat menegaskan tidak akan ikut terlibat dalam serangan balasan Israel terhadap Iran.

Hal ini diungkapkan secara langsung oleh Presiden AS Joe Biden ke Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu (13/4) malam usai erangan Iran, Biden mengatakan ke Netanyahu bahwa Israel telah “menunjukkan kapasitas luar biasa” untuk bertahan melawan dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Kami percaya Israel mempunyai kebebasan bertindak untuk melindungi dan mempertahankan diri, di Suriah atau di tempat lain,” kata seorang pejabat senior di pemerintahan AS.

“Itu adalah kebijakan yang sudah lama ada dan masih berlaku, tapi kami tidak akan membayangkan diri kami bertindak dalam hal seperti itu,” lanjut pejabat tersebut, dilansir Reuters.

Sementara itu juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, John Kirby, mengatakan AS akan terus membantu Israel mempertahankan diri, namun AS tidak ingin berperang dengan Iran.

Baca Juga:  Menlu Iran: Serangan Pesawat Tak Berawak Israel seperti Mainan Anak-anak

Saat ditanya apakah AS mendukung pembalasan Israel ke Iran, Kirby menyebut “komitmen AS sangat kuat” untuk membelas Israel dan membantu Tel Aviv mempertahankan diri.

“Dan seperti yang terulah berulang kali dikatakan oleh presiden, kami tidak menginginkan perang yang lebih luas di kawasan ini. Kami tidak ingin berperang dengan Iran. Dan saya pikir saya akan berhenti di situ saja,” tambah Kirby.

“Kami tidak menginginkan peningkatan ketegangan di kawasan ini. Kami tidak menginginkan konflik yang lebih luas,” ungkapnya lagi.

Baca Juga:  Di KTT NATO Biden mengatakan Rusia 'kalah' dalam konflik Ukraina

Sebelumnya Kabinet Perang Israel yang dipimpin PM Benjamin Netanyahu sepakat membalas Iran. Namun kabinet itu masih berdebat tentang waktu dan seberapa besar skala respons balasan itu.

Berdasarkan Reuters, Senin (15/4), perang terbuka antara Israel dan Iran memang memicu respons dunia. Posisi AS sebagai negara besar ikut menjadi perhatian, sedangkan negara-negara Arab memilih untuk menghindari terjadi eskalasi lebih lanjut. []

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB