AMKI Ingatkan Istana: Jangan Biarkan Pencabutan ID Pers Rugikan Wibawa Presiden

Minggu, 28 September 2025 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Tundra Meliala.(Foto: istimewa)

Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Tundra Meliala.(Foto: istimewa)

Jakarta, Mercinews.com – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) mengingatkan Biro Pers Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden (Setpres) agar tidak membiarkan tindakan pencabutan kartu identitas liputan wartawan CNN Indonesia merugikan wibawa Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Umum AMKI, Tundra Meliala, menilai langkah tersebut dapat menimbulkan kesan negatif terhadap komitmen pemerintah dalam menjunjung tinggi kebebasan pers.

“Kami menyesalkan adanya pencabutan kartu liputan yang diduga dilakukan hanya karena seorang jurnalis melaksanakan tugasnya. Pers berfungsi untuk mencari, memperoleh, dan menyampaikan informasi kepada publik. Jika kerja jurnalistik dibatasi dengan cara seperti ini, maka demokrasi dan keterbukaan informasi bisa terancam,” ujar Tundra Meliala dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (28/9/2025).

AMKI menekankan bahwa pertanyaan wartawan mengenai program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), merupakan hal wajar dan justru penting untuk diketahui masyarakat luas.

“Wartawan berhak mengajukan pertanyaan tanpa harus menghadapi intimidasi atau sanksi administratif yang dapat menghambat kerja pers,” katanya.

Pihaknya mendorong BPMI Setpres serta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) untuk memberikan penjelasan terbuka terkait pencabutan kartu liputan tersebut. Bila hanya terjadi kesalahpahaman, AMKI meminta agar hak liputan jurnalis televisi swasta tersebut segera dipulihkan.

“Kami berharap pemerintah, khususnya Sekretariat Presiden, menghormati kebebasan pers dan tidak menjadikan pertanyaan kritis sebagai alasan untuk membatasi kerja jurnalistik. Hubungan baik antara pemerintah dan media harus didasari pada keterbukaan, bukan pembatasan,” kata Tundra.

Baca Juga:  Stafsus Menag Gugun Gumilar: Negara Lindungi Setiap Warga, Bukan Mayoritas

Tundra berpandangan, pencabutan kartu liputan justru berpotensi memantik persoalan baru yang tidak perlu.

“Kita saat ini sedang bangga dan mendukung perjuangan Presiden Prabowo Subianto di kancah internasional. Kita dibuat bangga dengan pidatonya di Sidang Umum PBB. Jangan sampai kebanggaan itu tercoreng hanya karena ada tindakan yang berpotensi membungkam kebebasan pers di dalam negeri,” ujar alumnus Lemhannas PPRA 51 itu.

Ia juga meyakini Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki kecenderungan untuk membatasi kebebasan pers. Menurutnya, dugaan pencabutan kartu liputan lebih disebabkan oleh tindakan segelintir pihak yang berlaku berlebihan.

Sikap Dewan Pers

Sebelumnya, Dewan Pers menyatakan telah menerima pengaduan terkait pencabutan ID Card reporter CNN Indonesia di Istana Kepresidenan. Dewan Pers mengingatkan agar semua pihak menghormati kebebasan pers.

Baca Juga:  Luhut: Saya Mau Audit Semua LSM di Indonesia Dapat Dana dari Mana

“Biro Pers Istana sebaiknya memberikan penjelasan mengenai pencabutan ID Card wartawan CNN Indonesia agar tidak menghambat pelaksanaan tugas jurnalistik di lingkungan Istana,” ujar Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, dalam keterangan tertulis di situs resmi Dewan Pers, Minggu (28/9/2025).

Pemimpin Redaksi CNN Indonesia, Titin Rosmasari, juga membenarkan pencabutan kartu identitas Pers Istana milik Diana Valencia. Ia menyebut, seorang staf BPMI Setpres mengambil kartu tersebut langsung di kantor pada Sabtu (27/9/2025) malam.

Hingga berita ditayangkan belum ada tanggapan resmi dari BPMI Setpres.(red)

Berita Terkait

Tuntutan Jaksa Ditunda 2 Pekan, Kuasa Hukum Terdakwa Optimistis Perjuangkan Rehabilitasi
Kuntadi Ungkap Strategi Kejagung Berantas Korupsi dan Pulihkan Kerugian Negara
Wakil Jaksa Agung Apresiasi Penerapan Plea Bargain di Kejati Sultra
Pakar Hukum Nilai 29 Entitas dalam Dakwaan Febrie Dapat Dijerat TPPU
Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri untuk Paparkan Kondisi Bangsa
Penjelasan Pakar Hukum soal Polemik Jabatan Suhartoyo sebagai Ketua MK
Dudung Abdurachman Jadi Menko Polkam, Mathla’ul Anwar Bersyukur
Reshuffle Kabinet Prabowo, Pengamat Soroti Pergeseran Sejumlah Figur Era Jokowi

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Tuntutan Jaksa Ditunda 2 Pekan, Kuasa Hukum Terdakwa Optimistis Perjuangkan Rehabilitasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:43 WIB

Wakil Jaksa Agung Apresiasi Penerapan Plea Bargain di Kejati Sultra

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Pakar Hukum Nilai 29 Entitas dalam Dakwaan Febrie Dapat Dijerat TPPU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri untuk Paparkan Kondisi Bangsa

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Penjelasan Pakar Hukum soal Polemik Jabatan Suhartoyo sebagai Ketua MK

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB