42 orang Meninggal Usai Israel Hantam Kamp Pengungsi dan Rumah Warga Gaza di utara

Minggu, 23 Juni 2024 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Israel meledakkan alun-alun pemukiman di kota Rafah/ pada Jumat 21/6/2024).

Foto: Israel meledakkan alun-alun pemukiman di kota Rafah/ pada Jumat 21/6/2024).

Mercinews.com – Sedikitnya 42 orang tewas dalam serangan keji Israel ke distrik Kota Gaza di utara daerah kamp pengungsi dan rumah warga Palestina pada Sabtu (22/6).

Dilansir Reuters, Direktur Media Pemerintah Palestina Ismail Al-Thawabta mengatakan satu serangan dilancarkan zionis Israel ke rumah-rumah di Al-Shati, salah satu dari delapan kamp pengungsi bersejarah di Jalur Gaza telah menewaskan 24 orang.

“Sedangkan 18 warga Palestina lainnya tewas dalam serangan kejam penjajah Israel terhadap rumah-rumah di lingkungan Al-Tuffah,” kata Ismail.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasukan Pertahanan Israel atau IDF sudah mengakui bahwa serangan tersebut dilancarkan ke rumah warga Palestina yang dicurigai jadi lokasi Hamas.

Baca Juga:  Chechnya: Tentara yang diselamatkan dari tawanan Ukraina harus kembali ke garis depan

“Beberapa waktu yang lalu, jet tempur IDF (Pasukan Pertahanan Israel) menyerang dua lokasi infrastruktur militer Hamas di wilayah Kota Gaza,” kata militer Israel dalam pernyataan singkat.

Hamas tidak mengomentari klaim Israel tersebut. Mereka mengatakan serangan tersebut menargetkan penduduk sipil, dan berjanji dalam sebuah pernyataan bahwa “pendudukan dan para pemimpin Nazi akan membayar harga atas pelanggaran mereka terhadap rakyat kami”.

Rekaman yang diperoleh Reuters menunjukkan puluhan warga Palestina bergegas mencari korban di tengah kondisi rumah yang hancur lebur. Rekaman itu juga memperlihatkan puing-puing dan debu memenuhi jalan di kamp pengungsi Shati.

Baca Juga:  Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Sementara itu, serangan Israel telah menghancurkan Gaza, menewaskan lebih dari 37.400 orang, 101 di antaranya tewas dalam 24 jam terakhir. Menurut otoritas kesehatan Palestina hampir seluruh penduduk kehilangan tempat tinggal dan dilanda kemiskinan.

Lebih dari delapan bulan setelah perang, Israel kini terfokus pada dua wilayah terakhir yang belum berhasil direbut: Rafah di tepi selatan Gaza dan wilayah sekitar Deir al-Balah di tengah.

Warga mengatakan tank-tank Israel memperdalam serangan ke wilayah Rafah barat dan utara dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga:  Rusia Diklaim Rekrut WN Palestina dan Suriah Bantu pasukannya di Ukraina

Pada Sabtu (22/6), pasukan Israel membom beberapa daerah dari udara dan darat, memaksa banyak keluarga yang tinggal di daerah yang digambarkan sebagai zona kemanusiaan untuk meninggalkan wilayah utara.

Militer Israel mengatakan pasukannya melanjutkan operasi yang ditargetkan secara “tepat dan berbasis intelijen” di Rafah, membunuh banyak pria bersenjata Palestina dan menghancurkan infrastruktur militer.

Sementara Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 25 warga Palestina tewas di Mawasi di Rafah barat dan 50 lainnya luka-luka. Warga Palestina mengatakan sebuah peluru tank menghantam tenda yang menampung keluarga-keluarga pengungsi, Israel meledakkan alun-alun pemukiman di kota Rafah/ pada Jumat 21/6/2024).

(m/c)

Sumber Berita : Reuters

Berita Terkait

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB