Zohran Mamdani: Wali Kota New York yang Ingin Tegakkan Hukum Internasional

Rabu, 5 November 2025 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota New York City, Zohran Mamdani.(Foto:BBC)

Wali Kota New York City, Zohran Mamdani.(Foto:BBC)

Mercinews.com – Wali Kota terpilih New York City, Zohran Mamdani, tampil mencuri perhatian dunia setelah menyatakan kesiapannya menegakkan hukum internasional, termasuk dengan menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika surat perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) masih berlaku. Sikap politik yang tegas ini menjadikan Mamdani politikus muda berusia 34 tahun sebagai simbol pergeseran nilai dalam kepemimpinan kota terbesar di Amerika Serikat tersebut.

Dalam masa kampanye, Mamdani tidak hanya menawarkan program-program populis seperti transportasi bus gratis, pembekuan harga sewa properti, pendirian supermarket milik pemerintah kota, dan layanan penitipan anak gratis. Ia juga menegaskan komitmennya terhadap keadilan global dengan menyatakan dukungan terhadap keputusan ICC yang menuduh Netanyahu melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam konflik Israel – Hamas.

“Ini kota yang percaya pada hukum internasional. Nilai-nilai kota ini harus tercermin dalam tindakan kita. Kita harus menjunjung tinggi keputusan ICC,” katanya, dikutip dari ABC Australia, Rabu (5/11).

Pernyataan itu sontak mengundang perdebatan luas di Amerika Serikat. Sebagian pihak memuji keberanian Mamdani, sementara sebagian lainnya menilai ucapannya tidak realistis dan berpotensi menimbulkan ketegangan diplomatik.

Profesor Alex Whiting dari Fakultas Hukum Harvard, yang pernah menjabat koordinator investigasi di ICC, menilai janji tersebut sebagai bentuk dukungan moral terhadap keadilan internasional. Namun, ia mengingatkan bahwa penerapannya tidak mungkin dilakukan di bawah sistem hukum Amerika Serikat.

“Saya menghargai sikap politikus yang mendukung Mahkamah Pidana Internasional. Namun, janji Mamdani menandakan kesalahpahaman tentang cara hukum bekerja,” ujar Whiting.

Baca Juga:  Ali Khamenei Soroti Peran AS di Tengah Gelombang Protes Iran

Pendapat serupa disampaikan Profesor Michael Newton dari Universitas Vanderbilt, yang turut berperan dalam pembentukan ICC. Ia menegaskan, penggunaan Kepolisian New York (NYPD) untuk menangkap Netanyahu akan melanggar hukum federal Amerika.

“Itu janji kampanye yang tidak bisa ditegakkan, Jika dilaksanakan, langkah itu akan melanggar Undang-Undang Perlindungan Pelayan Publik dan perintah eksekutif yang melarang pejabat Amerika bekerja sama dengan ICC,” kata Newton.

Perintah eksekutif yang dimaksud merujuk pada kebijakan Presiden Donald Trump yang menjatuhkan sanksi terhadap jaksa dan hakim ICC. Kebijakan tersebut masih memiliki dampak hukum yang membatasi ruang gerak pejabat lokal seperti Mamdani.

Dari sisi diplomatik, pernyataan Mamdani juga memicu reaksi keras dari Israel. Menteri Diaspora Israel, Amichai Chikli, menyebut Mamdani sebagai “pendukung Hamas” dan menyerukan agar komunitas Yahudi di New York mempertimbangkan untuk pindah ke Israel.

Baca Juga:  Inilah Penjual Benda Bersejarah Peninggalan Majapahit di New York

Meski begitu, Mamdani menolak tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa kritiknya terhadap kebijakan Israel berakar pada pembelaan terhadap hak asasi manusia dan penegakan hukum internasional, bukan kebencian terhadap komunitas Yahudi.

Zohran Mamdani, putra imigran asal Uganda dan anggota Partai Demokrat, dikenal sebagai politisi progresif yang vokal memperjuangkan isu keadilan sosial. Kemenangannya sebagai Wali Kota New York dianggap menandai perubahan arah politik di kota tersebut menuju kepemimpinan yang lebih idealis, berani, dan berpihak pada nilai kemanusiaan universal.

Meski janji penegakan hukum internasional terhadap Netanyahu sulit diwujudkan, sikap Mamdani telah membuka ruang diskusi baru tentang posisi moral dan politik Amerika Serikat dalam mendukung prinsip keadilan global.(red)

Berita Terkait

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak
Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda
Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:22 WIB

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak

Minggu, 6 September 2026 - 23:46 WIB

Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Berita Terbaru

Konferensi pers Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar terkait pengamanan empat warga negara asing (WNA) dalam patroli keimigrasian pada 28-29 Oktober 2026 di Kantor Imigrasi Denpasar, Senin (2/11/2026). (Foto: istimewa)

Berita

Patroli Keimigrasian, Imigrasi Denpasar Amankan Empat WNA

Senin, 2 Nov 2026 - 19:49 WIB