Warga Yordania Marah setelah Pemerintah Cegat Rudal Iran ke Israel

Selasa, 16 April 2024 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Warga Yordania murka setelah pemerintahnya ikut mencegah serangan rudal Iran ke Israel pada Sabtu (13/4) lalu.

Banyak warga menilai pemerintah Yordania lebih memilih untuk mendukung Israel ketimbang warganya atau Gaza, Palestina. Ungkapan marah mereka meluas di media sosial.

Masyarakat Yordania mayoritas menentang agresi Israel di Gaza yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 33.000 jiwa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Raja Yordania menembak jatuh rudal Iran ke warganya demi melindungi Israel,” kata salah satu netizen di X.

Baca Juga:  Donald Trump Resmi Dilantik, Ini Daftar Lengkap 45 Presiden AS dari Masa ke Masa

Warga lain, Walid Al Jamaiye, mengatakan Raja Abdullah tak bisa melindungi Tepi Barat.

“Raja Abdullah II melindungi Israel dari drone Iran, semuanya baik-baik saja. Tapi dia tak bisa melindungi Tepi Barat,” ujar dia.

Pendiri dan direktur Pusat Studi Ekonomi dan Informatika Phenix, Ahmad Awad, mengatakan muncul kemarahan di kalangan warga atas penggunaan wilayah udara Yordania untuk mencegah rudal Iran.

Namun, Awad mengungkapkan bahwa masyarakat ragu untuk mengkritik tindakan pemerintah di depan umum.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Mengembalikan Peran Aktif Indonesia di Fora Internasional

Awad lantas mengkritik sikap pemerintah Yordania dalam menghadapi semua rudal yang melintas di wilayah udara mereka.

Pertanyaannya adalah, apakah Yordania akan menghadapi pesawat atau rudal militer Israel jika mereka menyerang Iran,” ujar Ahmad, dikutip New Arab, Senin (15/4).

Lebih lanjut, dia melontar kritik ke negara Barat yang dianggap bias dan tak adil karena membela Israel.

“Mereka tak memperhatikan kepentingan rakyat di Yordania dan Palestina,” imbuh Awad.

Baca Juga:  Pasukan Palestina Rebut Pangkalan Militer Israel Tangkap 57 Tentara dan Polisi

Tak lama setelah tindakan Yordania, media Israel menyatakan pemerintahan Benjamin Netanyahu akan memperpanjang perjanjian bantuan air ke negara tersebut untuk satu tahun ke depan.

Kemarahan warga Yordania muncul usai pasukan negara itu mencegah serangan rudal Iran ke Israel. Rudal yang ditembak jatuh menyisakan serpihan yang berserakan di Amman.

Iran menggempur Israel dengan menyasar fasilitas militer mereka. Serangan ini merupakan aksi balasan usai pasukan Zionis menyerang fasilitas diplomatik Iran di Damaskus, Suriah pada awal April lalu. []

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Berita Terbaru