JAKARTA, MERCINEWS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto akan turun tangan langsung untuk menyelesaikan sengketa wilayah administratif empat pulau yang selama dua dekade terakhir menjadi sumber ketegangan antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
Langkah tegas diambil menyusul komunikasi intensif antara DPR RI dan Presiden, menyikapi dinamika yang semakin tajam terkait sengketa empat pulau antara kedua provinsi di Pulau Sumatera tersebut.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa Presiden telah menyatakan komitmennya untuk segera mengakhiri polemik yang berlarut-larut ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hasil komunikasi DPR RI dengan Presiden, bahwa Presiden akan mengambil alih persoalan batas pulau yang menjadi dinamika antara Aceh dan Sumut. Keputusan akan diambil pada pekan depan,” ujar Dasco dalam pernyataan tertulis, Sabtu (14/6/2025).
Adapun keempat pulau yang diperebutkan yakni Pulau Lipan, Pulau Panjang, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Aceh Singkil (Aceh) dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Sumut).
Status administratif keempat pulau sempat diputuskan secara resmi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Keputusan Mendagri No. 300.2.2-2138 Tahun 2025, yang menetapkan wilayah tersebut sebagai bagian dari Provinsi Sumut.
Namun keputusan tersebut mendapat penolakan keras dari sebagian tokoh dan masyarakat Aceh yang menilai bahwa secara historis, kultural, dan geografis, keempat pulau lebih dekat dengan Aceh.
Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal Zakaria Ali, menjelaskan bahwa keputusan pemerintah pusat tidak diambil secara sepihak. Menurutnya, proses verifikasi dan validasi sudah berjalan sejak 2008 melalui Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi, yang melibatkan instansi dari berbagai sektor.
“Secara teknis, kedua provinsi pernah menyepakati hasil tim nasional. Jika gubernur dari kedua pihak bisa bertemu dan menyepakati hal ini kembali, maka pemerintah pusat tinggal menetapkannya secara administratif,” jelas Safrizal.(red)






