Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi

Jumat, 24 Mei 2024 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iran, Mercinews.com – Ribuan pelayat memadati jalan-jalan di Mashhad, Iran, pada hari Kamis (23/5/2024) untuk menghadiri pemakaman Presiden Ebrahim Raisi. Pemakaman dilakukan di Masjid Imam Reza yang berkubah emas, jantung Islam-Syiah yang paling suci di Iran.

Raisi, yang berusia 63 tahun, bersama Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian dan enam pejabat lainnya tewas dalam kecelakaan helikopter di pegunungan barat laut provinsi Azerbaijan Timur, Iran, hari Minggu (19/5). Raisi dipandang sebagai kandidat pengganti Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang berusia 85 tahun, dan memiliki kekuasaan tertinggi di Iran.

Baca Juga:  Xi Jinping Tiba di Moskow, Akan Bahas Perdamaian Rusia dan Ukraina

Banyak di antara para pelayat di Mashhad yang mengenakan pakaian hitam, memukuli dada dan kepala mereka, tanda berduka dalam upacara-upacara Islam-Syiah. Sebuah truk berukuran besar membawa peti mati Raisi, sementara para pelayat berupaya menyentuhnya, dan melemparkan penutup kepala serta bunga-bunga untuk meraih berkah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masjid Imam Reza merupakan tempat pemakaman Imam Ali Al Reza yang berasal dari abad kesembilan.

Raisi berasal dari Mashhad, 900 kilometer timur ibu kota Iran, Teheran.

Sebelumnya ribuan pelayat juga menyampaikan penghormatan ketika iring-iringan mobil yang membawa peti mati Raisi melewati kota Birjand di bagian timur. Meskipun kerumunan orang yang hadir dalam pemakaman Raisi cukup besar, jumlah mereka tidak sebanyak yang berkumpul untuk pemakaman Jenderal Garda Revolusi Qassem Soleimani pada tahun 2020, yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad.

Baca Juga:  Hasil Portugal Vs Prancis Masih 0-0 di Babak Pertama

Bisa jadi ini merupakan potret perasaan publik tentang kepresidenan Raisi di mana pemerintahannya kerap menindak keras semua perbedaan pendapat selama demonstrasi kematian Mahsa Amini pada tahun 2022. Amini, yang berusia 23 tahun, meninggal dalam tahanan polisi pada 16 September 2022, tiga hari setelah ditahan pihak berwenang karena tidak mengenakan jilbab sebagaimana aturan yang diwajibkan.

Baca Juga:  Kodim Abdya tes urine mendadak, semua prajurit TNI negatif narkoba

Pengguna media sosial di Iran mengunggah video-video yang menunjukkan orang-orang di berbagai daerah di Iran berbagi permen dan cokelat Senin lalu (20/5) untuk merayakan kematian Raisi.

Khamenei telah menunjuk Mohammad Mokhber, wakil presiden pertama yang relatif tidak dikenal hingga terjadinya kecelakaan pada hari Minggu, sebagai penjabat presiden Iran. Pemilihan presiden dijadwalkan pada 28 Juni.(*)

Berita Terkait

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Senin, 1 Juni 2026 - 16:48 WIB

Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS

Berita Terbaru