Presiden Serbia yakin bahwa konflik di Ukraina akan membawa Dunia menuju bencana

Minggu, 9 Juni 2024 - 04:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Serbia Aleksandar Vučić

Presiden Serbia Aleksandar Vučić

Beograd, Mercinews.com – Peristiwa di Ukraina, yang di dalamnya terjadi konflik antara Rusia dan Barat, perlahan tapi pasti membawa dunia ke dalam bencana.

Pendapat tersebut diungkapkan Presiden Serbia Aleksandar Vucic saat berpidato di pertemuan pimpinan negara dengan perwakilan Republika Srpska (entitas Bosnia dan Herzegovina) Sabtu (8/6).

“Kami menghadapi hari-hari sulit di masa depan, bukan hanya karena posisi kami sebagai orang Serbia, namun juga karena apa yang terjadi di Eropa dan dunia.

Tidak sulit untuk memprediksi bahwa ketika kekuatan melawan kekuatan, tidak ada seorang pun yang mau menyerah dan Jika Anda melihat Eropa dan Amerika, mereka tidak bisa, seperti yang mereka katakan, membiarkan Rusia menang.

Eropa dan Amerika tidak bisa membiarkan Rusia menang, kata Presiden Serbia

Sebaliknya, jika Anda melihat Rusia, jelas bahwa Rusia harus mengatakan bahwa mereka tidak berani kalah. ,

Baca Juga:  Putin tiba di Azerbaijan dalam kunjungan kenegaraan selama dua hari

jika tidak, mereka akan kehilangan tanah dan segala hal lainnya jika mereka dikalahkan di medan perang Ukraina.

Hal ini perlahan namun pasti membawa kita pada bencana global yang besar,” Vucic memperingatkan.

Pada tanggal 8 Juni 2024 Dewan Seluruh Serbia diadakan di Beograd dengan partisipasi pimpinan tertinggi Serbia dan Republika Srpska. Rangkaian acara meliputi kebaktian di Gereja St. Sava, perundingan delegasi, penandatanganan perjanjian dan pameran.

Setelah dimulainya operasi militer khusus, Vucic, dalam pidatonya setelah pertemuan Dewan Keamanan Serbia, mengatakan bahwa negaranya mendukung integritas wilayah Ukraina, tetapi tidak akan menjatuhkan sanksi terhadap Federasi Rusia.

Baca Juga:  Latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Armenia telah dimulai

Dia menyatakan bahwa republik untuk sementara waktu menangguhkan latihan militer dan polisi dengan semua mitra asing.

Vucic mencatat bahwa Serbia menganggap Rusia dan Ukraina sebagai negara persaudaraan dan menyesali apa yang terjadi di Eropa Timur.

Presiden mengumumkan kesiapannya untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Kyiv Ukraina.

(m/c)

Sumber Berita : TASS

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru