Presiden China Xi Jinping Akan Temui Putin di Rusia, bikin Ukraina Cemas

Senin, 20 Maret 2023 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mercinews.com – Ukraina cemas ketika Presiden China Xi Jinping menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin pekan ini. Kyiv khawatir China pada akhirnya akan memasok senjata kepada sekutu strategisnya itu, yang dapat memengaruhi jalannya perang.

Adapun Beijing berusaha memosisikan dirinya sebagai pihak netral dalam konflik tersebut, tidak mengecam atau secara eksplisit mendukung serangan Rusia.

Meski China bersikeras menghormati prinsip integritas teritorial Ukraina, mereka juga memberikan dukungan diplomatik yang nyata kepada Moskwa sejak invasi Rusia pada Februari 2022.

Ukraina pun berharap tekanan dari para sekutu Baratnya terhadap China akan membantu menjaga keseimbangan yang rapuh ini.

“Ekspektasi Ukraina berada pada tingkat minimum: untuk hal-hal yang tidak memburuk,” kata Sergiy Solodky, wakil direktur pertama lembaga think tank New Europe Center di Kyiv, kepada AFP.

Topiknya sangat sensitif, sehingga pihak berwenang Ukraina tidak ingin berkomentar secara terbuka tentang perjalanan itu. Xi Jinping direncanakan melawat ke Rusia mulai Senin (20/3/2023) hingga Rabu (22/3/2023) dan bertemu Putin setidaknya dua kali.

Baca Juga:  Pesawat pembom Tu-22M3 jatuh dan meledak di wilayah Irkutsk Rusia

Ukraina akan betul-betul mencermati kunjungan ini,” kata seorang pejabat senior Ukraina kepada AFP, yang berbicara tanpa menyebut nama.

Bagi kami sangat penting China mempertahankan kebijakannya untuk menghormati integritas teritorial negara lain,” kata pejabat itu, mengacu pada bagaimana Rusia mengeklaim aneksasi lima wilayah Ukraina.

Pada saat yang sama, Amerika Serikat pada Februari 2023 menuduh Beijing mempertimbangkan untuk memasok senjata ke Rusia karena invasinya terhambat. “Kami yakin bahwa kepemimpinan China sedang mempertimbangkan penyediaan senjata (ke Risia),” kata direktur CIA William Burns kepada CBS pada Februari 2023.

Baca Juga:  Analisis audio sebut tiga jenis senjata ditembakkan pada rapat umum Trump

Menurut laporan media, senjata tersebut bisa termasuk amunisi dan drone, tetapi China membantah keras klaim itu.

Hingga saat ini hanya Iran yang telah memasok drone tempur ke Rusia, yang menggunakannya secara khusus untuk menargetkan infrastruktur energi Ukraina. Pejabat AS mengeklaim, perusahaan-perusahaan China sudah memasok Rusia dengan peralatan yang tidak mematikan.

Jika mereka mulai memasok senjata, itu akan jadi masalah serius bagi kami,” ujar pejabat senior Ukraina lainnya pada awal Maret 2023, yang juga berbicara tanpa menyebut nama.

(mc/)

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru