Jakarta, Mercinews.com – PTPN IV PalmCo menyalurkan bantuan komputer ke sejumlah sekolah di wilayah pelosok Indonesia sebagai upaya mendorong literasi digital dan pemerataan akses pendidikan berbasis teknologi.
Program ini merupakan bagian dari realisasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Holding Perkebunan PTPN III (Persero) yang difokuskan pada sektor pendidikan. Sepanjang Januari 2025 hingga Maret 2026, nilai program TJSL di bidang pendidikan tercatat mencapai lebih dari Rp 12,9 miliar.
Dalam kurun waktu tersebut, lebih dari 500 program pendidikan telah dijalankan. Bantuan yang diberikan mencakup 37 unit komputer, 24 laptop, 20 modem internet, serta tiga unit proyektor yang disalurkan ke berbagai sekolah di daerah terpencil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan seluruh perangkat telah diterima oleh sekolah-sekolah sasaran dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Seluruh perangkat telah didistribusikan. Kami berharap sekolah-sekolah di pelosok dapat lebih mudah mengakses informasi dan terhubung dengan dunia luar melalui jaringan internet,” ujar Jatmiko, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (6/5/2026).
Ia menambahkan, keterbatasan infrastruktur digital selama ini menjadi tantangan utama dalam proses belajar-mengajar di wilayah terpencil. Melalui bantuan tersebut, perusahaan berupaya mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran digital yang lebih merata.
“Perkembangan pendidikan menuntut adaptasi terhadap teknologi. Kami ingin berkontribusi agar sekolah-sekolah di sekitar wilayah operasional tidak tertinggal dalam hal literasi digital,” katanya.
Langkah ini sejalan dengan upaya transformasi pendidikan nasional yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Sangat Membantu
Di tingkat sekolah, bantuan tersebut mulai dirasakan manfaatnya. Kepala SMPN 2 Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Mutiara, menyebut fasilitas yang diberikan sangat membantu kegiatan belajar-mengajar.
“Kami sangat terbantu. Dengan adanya komputer dan akses internet, pembelajaran menjadi lebih lancar dan referensi materi dapat diakses dengan mudah,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala SDN 006 Pendalian, Kabupaten Rokan Hulu, Bambang Asrita. Ia mengatakan sebelumnya pihak sekolah harus pergi ke pusat kecamatan untuk mengakses materi pembelajaran berbasis internet.
“Sekarang fasilitas sudah tersedia di sekolah. Ini sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” kata Bambang.
Inisiatif ini menunjukkan kolaborasi antara dunia usaha dan sektor pendidikan dapat menjadi solusi dalam mengurangi kesenjangan akses teknologi, sekaligus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.(red)






