Jakarta, Mercinews.com – Holding Perkebunan Nusantara (PTPN) memastikan harga minyak goreng tetap terkendali selama bulan Ramadhan. Langkah tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman agar minyak goreng tidak dijual dengan harga tinggi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga, khususnya produk MinyaKita, selama Ramadhan hingga menjelang Idulfitri.
Jatmiko menjelaskan, PT Industri Nabati Lestari (INL) yang merupakan anak perusahaan PTPN IV PalmCo memproduksi minyak goreng MinyaKita dengan harga Rp13.439 per liter di tingkat distributor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harga tersebut merupakan harga jual kepada mitra distributor dalam skema business to business (B2B), bukan harga langsung kepada konsumen,” kata Jatmiko dalam keterangan tertulis, Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan, dengan harga di tingkat hulu tersebut, distributor diharapkan dapat menyalurkan minyak goreng ke pedagang eceran sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.
Selain menjaga harga, PTPN IV PalmCo juga meningkatkan produksi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Lebaran. Produksi crude palm oil (CPO) perusahaan ditargetkan mencapai sekitar 225.940 ton pada April 2026 atau meningkat lebih dari 10 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Di sektor hilir, PT Industri Nabati Lestari juga meningkatkan produksi minyak goreng ritel hingga sekitar 4,2 juta liter pada Maret 2026. Produksi tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 4,55 juta liter pada April 2026.
Jatmiko mengatakan, seluruh kapasitas produksi pabrik saat ini difokuskan untuk memproduksi MinyaKita guna memastikan ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat selama Ramadhan hingga Idulfitri.
“Sebagian produksi merek komersial internal sementara kami tunda agar kapasitas pabrik dapat difokuskan untuk mendukung ketersediaan MinyaKita,” ujarnya.
Sebelumnya, Mentan Andi Amran Sulaiman menyoroti adanya anomali harga minyak goreng di pasar.
Dalam inspeksi mendadak di Pasar Kebayoran, Jakarta, ia menemukan produk MinyaKita dijual di atas HET. Amran menegaskan minyak goreng tidak boleh mahal, apalagi sampai langka di tengah masyarakat.(red)






