Mercinews.com – Pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi peluang ekonomi baru mendorong PTPN IV PalmCo memberdayakan perempuan di Kabupaten Kampar, Riau, melalui pelatihan pengolahan produk turunan sawit.
Kegiatan yang digelar di Pekanbaru ini diinisiasi oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) serta Dinas Perkebunan. Pelatihan tersebut diikuti sekitar 100 peserta, mayoritas perempuan dari wilayah Kampar.
Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menyatakan bahwa penguatan peran perempuan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga petani sawit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Komoditas kelapa sawit memiliki potensi besar untuk dikembangkan, termasuk dari limbah yang dapat diolah menjadi produk bernilai jual,” ujar Bambang dalam keterangan pers PTPN IV PalmCo, Senin (6/4/2026).
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan mengolah umbut sawit menjadi camilan, memproduksi minyak angin berbasis sawit, serta mengolah lidi sawit menjadi kerajinan tangan yang berpotensi dipasarkan lebih luas.
Bambang menilai, keterampilan tersebut dapat membuka peluang usaha baru berbasis rumah tangga, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Ketua DPD I Aspekpir Provinsi Riau, Sutoyo, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mendorong hilirisasi produk sawit di tingkat petani.
Ia menilai, selama ini petani lebih banyak berfokus pada produksi bahan baku, sehingga diperlukan pengembangan produk turunan untuk meningkatkan nilai tambah.
Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDPKS, Linda Sitanandra, menyebut program pemberdayaan ini sejalan dengan upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor sawit.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar, Marahalim. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan dampak positif dalam membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, pengolahan limbah sawit diharapkan tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menjadi sumber kemandirian ekonomi baru bagi perempuan di daerah perkebunan.(red)






