Tangsel, Mercinews.com – Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (FISIP UHAMKA), Dr. Hj. Novi Andayani Praptiningsih, membekali para muballighat Aisyiyah Tangerang Selatan (Tangsel) dengan strategi dakwah digital dalam kegiatan Pelatihan Muballighat yang digelar oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah Tangsel.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh dan Ketarjihan Aisyah Tangsel tersebut berlangsung pada Ahad (8/3/2026) di SD Muhammadiyah 12 Tangsel.
Dalam pelatihan tersebut, Novi menyampaikan materi bertajuk “Komunikasi Massa dan Dakwah Jamaah”. Materi tersebut menekankan pentingnya pemanfaatan berbagai platform digital dalam menyebarkan pesan dakwah di tengah perkembangan teknologi informasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa dakwah saat ini tidak hanya dilakukan melalui ceramah tatap muka, tetapi juga dapat memanfaatkan media digital seperti Instagram, YouTube, serta berbagai media massa online dan media elektronik, termasuk televisi dan radio.
“Sekarang dakwah tidak hanya dilakukan secara tatap muka, tetapi juga melalui platform digital seperti Zoom, Instagram, dan YouTube,” ujar Novi.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai metode dakwah secara luring (tatap muka) maupun daring melalui platform digital seperti Zoom dan Google Meet. Hal ini dinilai penting agar para muballighat mampu menyesuaikan metode dakwah dengan perkembangan zaman.
Pelatihan tersebut bertujuan mengembangkan personalitas, profesionalitas, serta personal branding para muballighat melalui empat aspek utama, yakni kejiwaan atau sikap, pengetahuan, penalaran, serta kecakapan dan keterampilan.
Keempat aspek itu diharapkan menjadi bekal bagi para muballighat dalam menjalankan amanat risalah Islam secara efektif, dengan kepribadian yang unggul, wawasan keislaman yang luas, serta kemampuan komunikasi yang baik di tengah masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 peserta calon muballighat yang berasal dari berbagai cabang Aisyiyah di wilayah Tangsel. Selain materi dakwah, para peserta juga mendapatkan pelatihan dasar jurnalistik, termasuk teknik menulis berita menggunakan prinsip 5W1H serta strategi publikasi kegiatan dakwah melalui media massa online.
Melalui pelatihan ini, Aisyiyah berharap para kader muballighat mampu memperluas syiar dakwah sekaligus memperkuat peran perempuan dalam membangun masyarakat yang berkemajuan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas kader dan sumber daya insani muballighat Aisyiyah, sejalan dengan visi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dan gerakan dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain aktif sebagai dosen, Novi juga kerap menjadi narasumber dalam berbagai pengajian yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Aisyiyah Benda Baru. Beberapa tema yang pernah disampaikan antara lain “Antisipasi Toxic Relationship dalam Islam” pada 11 Januari 2026 serta “Bersyukur di Bulan Penuh Berkah” pada 15 Februari 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Novi dalam memperkuat pembinaan keagamaan serta literasi dakwah bagi masyarakat, khususnya bagi pengurus dan kader Aisyiyah berkemajuan.(red)






