Penyitaan Kapal Iran oleh AS Picu Ketegangan di Tengah Gencatan Senjata

Selasa, 21 April 2026 - 22:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal Iran (Foto: Dok. Tasnim)

Kapal Iran (Foto: Dok. Tasnim)

MERCINEWS.COM – Penyitaan kapal kargo berbendera Iran oleh militer Amerika Serikat (AS) di Teluk Oman memicu ketegangan baru di tengah berlangsungnya gencatan senjata antara kedua negara.

Komando Pusat Amerika Serikat (Centrom) menyatakan, kapal bernama Touska disita pada Minggu (19/4/2026) setelah diduga tidak mematuhi arahan blokade laut yang diberlakukan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Menurut pihak AS, kapal tersebut telah diperingatkan selama beberapa jam sebelum akhirnya dihentikan dan diambil alih oleh pasukan angkatan laut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah tersebut menuai kecaman keras dari pemerintah Iran. Kementerian Luar Negeri Iran menilai tindakan AS sebagai pelanggaran hukum internasional sekaligus melanggar kesepakatan gencatan senjata dua pekan yang mulai berlaku pada awal April.

Baca Juga:  Iran Sebut AS Beri Izin ke Israel Untuk Membunuh Ismail Haniyeh

Dalam pernyataannya, Teheran menyebut penyitaan kapal dagang itu sebagai bentuk “pembajakan maritim” dan menuntut pembebasan kapal beserta seluruh awaknya.

“Republik Islam Iran akan menggunakan seluruh kapasitasnya untuk membela kepentingan nasional dan keamanannya,” demikian pernyataan resmi pemerintah Iran.

Selain itu, otoritas Iran juga memperingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut di kawasan.

Penyitaan kapal ini merupakan bagian dari kebijakan blokade laut yang diterapkan Amerika Serikat sejak pertengahan April terhadap aktivitas pelayaran yang terkait dengan Iran.

Baca Juga:  Trump Ancam Iran Habis-habisan Usai Serangan Israel, Tapi Bantah Terlibat

Centrom menyebut sedikitnya 27 kapal komersial telah diminta berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran sejak kebijakan tersebut diberlakukan. Sejumlah laporan juga menyebut kapal Touska diduga membawa barang dengan kategori “dual-use” atau berpotensi digunakan untuk kepentingan sipil maupun militer.

Ketegangan di Tengah Upaya Diplomasi

Insiden ini terjadi saat upaya diplomasi masih berlangsung untuk meredakan konflik antara kedua negara. Gencatan senjata sementara yang dimediasi pihak ketiga dijadwalkan berlangsung hingga akhir April. Namun, penyitaan kapal tersebut dinilai dapat mengganggu proses negosiasi yang tengah berjalan.

Baca Juga:  Selat Hormuz Dibuka Sementara, Iran Ikuti Momentum Gencatan Senjata

Dalam beberapa pekan terakhir, kawasan Teluk Oman dan Selat Hormuz memang menjadi titik panas konflik, menyusul serangkaian insiden militer dan pembatasan jalur pelayaran strategis dunia.

Pengamat menilai, tindakan saling tuding antara Washington dan Teheran berisiko memperburuk stabilitas kawasan, terutama jika tidak diiringi langkah deeskalasi.

Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai nasib kapal Touska maupun awaknya, sementara kedua pihak masih mempertahankan posisi masing-masing. Situasi ini menambah ketidakpastian di kawasan yang menjadi jalur vital perdagangan energi global tersebut.(red)

Berita Terkait

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris
Bank Sentral AS: Penutupan Selat Hormuz Ancam Pasokan Minyak dan Gas Dunia

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Senin, 1 Juni 2026 - 16:48 WIB

Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB