Pasukan Israel hancurkan pusat dialisis di Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Senin, 3 Juni 2024 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemandangan RS Indonesia yang hancur pada 28 November 2023

Pemandangan RS Indonesia yang hancur pada 28 November 2023

Mercinews.com – Pasukan Israel telah menyerang Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara dan menghancurkan pusat khusus Noura al-Kaabi untuk pasien dialisis, menurut rekaman yang diperoleh Al Jazeera Senin dini hari.

Seorang dokter di rumah sakit mengatakan mereka baru saja pulih setelah membuka kembali fasilitas tersebut dalam beberapa minggu terakhir, ketika serangan terbaru terhadap rumah sakit ini terjadi.

“Meskipun tidak berfungsi pada awal invasi Israel ke Gaza utara, mereka masih masuk ke rumah sakit dan membakar lantai dua dan tiga dengan parah,” kata dokter tersebut.

“Pagar luarnya dibongkar. Kami bahkan menemukan detonator di rumah sakit yang dimaksudkan untuk meledakkan rumah sakit tetapi untungnya, dan dengan rahmat Tuhan, semuanya baik-baik saja.”

Sementara itu, pasukan Israel juga telah menggerebek kota Tubas di Tepi Barat yang diduduki, menurut sumber lokal.

Suara tembakan keras terdengar setelah sejumlah kendaraan tentara dan buldoser militer menyerbu kota tersebut, menurut rekaman di media sosial yang diverifikasi oleh Al Jazeera.

Sumber lokal melaporkan bahwa pasukan Israel menyerbu Tubas dari pintu masuk selatan, dan sejumlah patroli militer berangkat dari Gerbang Atuf, melewati kota Tammun.

Baca Juga:  Moskow Berjanji Akan Dukung Pyongyang Melawan Amerika Serikat

Sebelumnya Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat menyerukan Hamas dan Israel untuk menyelesaikan perjanjian yang mewujudkan prinsip-prinsip yang digariskan oleh Presiden AS Joe Biden pada 31 Mei 2024.

Sementara itu, seorang pemimpin Hamas mengatakan kelompoknya masih menunggu untuk menerima proposal tersebut.

Disisi lain Tim penyelamat menemukan 50 jenazah lagi dari kamp pengungsi Jabalia beberapa hari setelah berakhirnya operasi tiga minggu Israel.

Serangan Israel tanpa henti di Gaza terus berlanjut, menewaskan sedikitnya 60 orang dalam 24 jam terakhir.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hampir tidak ada layanan kesehatan yang tersisa di Rafah setelah rumah sakit terakhir yang berfungsi sebagian di kota itu, al-Helal al-Emirati, ditutup di tengah permusuhan yang sedang berlangsung.

Baca Juga:  Sepatu koyak, Ayat Suci pemuda asal Aceh Barat lulus tamtama Polri

Ribuan warga Israel turun ke jalan mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mencapai kesepakatan dengan Hamas dan membebaskan para tawanan yang ditahan di Gaza.

Setidaknya 36.439 warga Palestina Meninggal dan 82.627 luka-luka dalam perang Israel di Gaza sejak 7 Oktober.

Jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas setidaknya 1.139 orang, dengan puluhan orang masih ditawan di Gaza.

(mc)

Sumber Berita : Aljazeera

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru