Cilegon-Banten, Mercinews.com – Monumen bersejarah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang berada di kawasan Alun-alun Kota Cilegon, Banten, dilakukan penataan dan peremajaan taman oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Sabtu (30/5/2026). Penataan ini membuat area sekitar monumen tampak lebih asri dan tertata.
Peremajaan dilakukan dengan mengganti sejumlah tanaman hias di sekitar monumen, di antaranya bugenvil tiga warna, tabebuya, dan asoka.
Penataan tersebut bertujuan memperindah kawasan Monumen SMSI sekaligus memperkuat fungsi ruang terbuka hijau di pusat kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua SMSI Kota Cilegon, Wawan Kurniadi, mengapresiasi langkah Pemkot Cilegon yang tetap memberikan perhatian terhadap penataan ruang publik, termasuk kawasan monumen organisasi media siber tersebut.
“Di tengah kesibukan pelayanan publik, kami mengapresiasi perhatian Wali Kota dan Wakil Wali Kota melalui Disperkim yang masih menjaga estetika kota, termasuk di area Monumen SMSI,” ujar Wawan, Sabtu (30/5/2026).
Ia menambahkan, penataan tersebut tidak hanya memperbaiki tampilan kawasan, tetapi juga memperkuat fungsi Monumen SMSI sebagai ruang publik yang representatif dan mudah diakses masyarakat.
SMSI berharap langkah peremajaan ini dapat terus berlanjut di berbagai titik ruang terbuka publik lainnya di Kota Cilegon, sehingga kota tidak hanya berkembang sebagai kawasan industri, tetapi juga semakin nyaman dan hijau bagi warga.
Monumen salah satu organisasi konstituen Dewan Pers itu sendiri berada di kawasan Alun-alun Cilegon dan menjadi penanda sejarah organisasi yang berdiri pada 2017.
Monumen ini diresmikan pada 7 Februari 2026 oleh Wali Kota Cilegon bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Banten.
Bangunan monumen tersebut memiliki makna simbolik, mulai dari tiga anak tangga yang melambangkan bulan kelahiran organisasi, tujuh pilar demokrasi, hingga tinggi 2,17 meter yang merepresentasikan tahun berdirinya SMSI.
Keberadaan monumen ini menjadi bagian dari pengingat perjalanan media siber nasional sekaligus mempertegas peran Cilegon sebagai salah satu titik penting dalam sejarah perkembangan pers digital di Indonesia.(red)






