Menteri Keuangan Sri Mulyani Blokir Anggaran Kementerian hingga Rp50,23 Triliun?

Selasa, 21 Februari 2023 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews – Kementerian Keuangan  Sri Mulyani melaksanakan kebijakan Automatic Adjustment, atau pencadangan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang diblokir sementara pada pagu belanja tahun anggaran 2023.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, nilai Automatic Adjustment Belanja K/L tahun anggaran 2023 ditetapkan sebesar Rp50,23 triliun.

Itu berasal dari belanja K/L dalam bentuk Rupiah Murni (RM) dengan mempertimbangkan kinerja realisasi anggaran selama tiga tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan, hal ini dalam rangka menghadapi kondisi ketidakpastian ekonomi global dan gejolak geopolitik, pada tahun anggaran 2023.

Baca Juga:  Setahun Pimpin Indonesia, Inilah Deretan Gebrakan Ekonomi Prabowo yang Jadi Sorotan

Kebijakan Automatic Adjustment masih dipandang perlu dilanjutkan sebagai usaha mitigasi risiko agar APBN mampu menahan gejolak yang diperkirakan akan timbul.

“ Automatic Adjustment bukan merupakan pemotongan anggaran. Ini merupakan strategi antisipatif terhadap ketidakpastian perekonomian global dan kondisi geopolitik saat ini, melalui prioritas belanja,” ucap Menkeu dalam pernyataannya di Jakarta, dikutip Senin (17/2/2023).

Ia melanjutkan, kebijakan ini meminta seluruh K/L untuk memblokir sebagian dari anggaran yang belum prioritas dilaksanakan di awal tahun.

Baca Juga:  Soal Rp 349 Triliun, Benny Harman Harap Sri Mulyani Jawab Tudingan Mahfud md

Dengan kebijakan ini, KL diarahkan untuk memprioritaskan belanja yang benar-benar penting.

Melalui kebijakan Automatic Adjustment seluruh K/L akan memiliki ketahanan untuk antisipasi apabila harus dilakukan perubahan dalam menghadapi dampak ketidakpastian global tersebut.

Dalam pelaksanaannya K/L mengusulkan sendiri Kegiatan/KRO/RO/akun yang akan diblokir sesuai dengan besaran Automatic Adjustment masing-masing K/L yang terlampir pada Surat Menteri Keuangan tentang Automatic Adjustment Belanja Kementerian/Lembaga TA 2023 melalui mekanisme revisi anggaran.

Sebagai tambahan informasi, kegiatan yang diprioritaskan untuk dilakukan Automatic Adjustment, antara lain adalah belanja pegawai yang dapat diefisienkan, belanja barang yang dapat diefisienkan (diutamakan dari belanja honor, perjalanan dinas, paket meeting, belanja barang operasional lainnya dan belanja barang non operasional lainnya).

Baca Juga:  Harga Bawang merah bertahan Rp60 ribu per kilogram di Aceh Besar

Kemudian belanja modal yang dapat diefisienkan, bantuan sosial yang tidak permanen, serta kegiatan yang diperkirakan belum dapat memenuhi dokumen pendukung pelaksanaanya sampai dengan akhir semester I tahun anggaran 2023.(*)

Sumber: Tribunnews

Berita Terkait

Pemkot Mataram dan Distributor Bersinergi Amankan Pasokan Bapok Jelang Nataru
Kemenkum Bali Dukung Sinergi Kebijakan Ekonomi di Forum Tahunan BI 2025
PalmCo Sukses Raih ESG Awards 2025 Berkat Energi Terbarukan dan Tata Kelola Berkelanjutan
JKI 2025 Medan: PTPN IV dan UMKM Bersinergi Perkuat Ekonomi Lokal
Transformasi Bisnis Berbuah Manis, Dividen PalmCo Tembus Rp 1,5 Triliun
Garuda Indonesia Utamakan Efisiensi, Glenny Tunda Penambahan Pesawat Baru
Qomafi Farm Dorong Inovasi, Peternakan Rakyat Kian Jadi Penopang Ekonomi Desa
Glenny Kairupan: Tambahan Modal dari Danantara Jadi Tonggak Transformasi Garuda Indonesia

Berita Terkait

Senin, 8 Desember 2025 - 19:39 WIB

Pemkot Mataram dan Distributor Bersinergi Amankan Pasokan Bapok Jelang Nataru

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:10 WIB

Kemenkum Bali Dukung Sinergi Kebijakan Ekonomi di Forum Tahunan BI 2025

Minggu, 30 November 2025 - 22:49 WIB

PalmCo Sukses Raih ESG Awards 2025 Berkat Energi Terbarukan dan Tata Kelola Berkelanjutan

Senin, 24 November 2025 - 23:43 WIB

JKI 2025 Medan: PTPN IV dan UMKM Bersinergi Perkuat Ekonomi Lokal

Kamis, 20 November 2025 - 21:11 WIB

Transformasi Bisnis Berbuah Manis, Dividen PalmCo Tembus Rp 1,5 Triliun

Berita Terbaru