Ekonomi

Sri Mulyani: Singapura tak Punya Apa-apa, Penghasilan Rakyatnya 12 Kali Warga Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani merespons pertumbuhan ekonomi RI di kuartal I 2024.(Foto: Erman Subekti)

Jakarta, Mercinews.com – Tak sedang bercanda, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani ‘menguliti’ kelemahan Indonesia yang tak mampu keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap). Padahal, Indonesia punya sumber daya manusia dan alam yang sangat potensial.

“Indonesia sebenarnya punya potensi yang besar. Tapi ada elemen yang paling penting tapi intangible yang masih perlu dibenahi adalah institusional,” kata Sri Mulyani di depan mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa LPDP untuk menempuh pendidikan tinggi di London, dikutip Selasa (7/5/2024).

Dalam paparan di acara GEMAxLEAD “A Sustainable Future Unveiled Unlocking Strategies for the Emergence Indonesia Emas 2045” yang diinisiasi Mata Garuda Britania Raya dan Irlandia (MGBI) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di London, Inggris itu, Sri Mulyani membandingkan Indonesia dengan sejumlah negara.

Baca Juga:  Sri Mulyani Resmi Copot Jabatan Struktural Rafael Alun Trisambodo

Negara tetangga Singapura, misalnya, merupakan negara kecil dan minim sumber daya. Namun, perekonomiannya dahsyat. Pendapatan warga Singapura mencapai US$60.000 per tahun.

Atau setara Rp900 juta per tahun, asumsi kurs Rp15.000/US$. Atau Rp75 juta per bulan. Sementara Indonesia hanya US$5.000 yang setara Rp75 juta dalam setahun. Atau Rp6,25 juta per bulan. Kira-kira, penghasilan warga Singapura 12 kali rakyat Indonesia.

Atau Jepang dan Inggris yang sama-sama negara kepulauan, Indonesia kalah jauh. Demikian pula Korea Selatan yang tahun merdekanya berdekatan dengan Indonesia, bisa lebih maju dengan pendapatan per kapita lebih tinggi. “Itu tadi, hal terpenting yang masih perlu dibenahi adalah institusional, yang merancang, kebijakan, regulasi, dan birokrasi di Indonesia,” ungkap Sri Mulyani.

Dia berharap, para mahasiswa yang mendapatkan beasiswa LPDP ini, bisa kembali ke Indonesia dan membawa poin institusional tersebut demi mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.

Baca Juga:  Sri Mulyani targetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia maksimal 5,7 persen pada 2024

“Kalian bisa baca berbagai literatur yang menjelaskan institusi. Harus seperti apa agar suatu negara bisa maju. Agar tidak menjadi negara yang walaupun punya sumber daya tapi tidak menjadi negara termiskin di dunia. Afrika tuh banyak yang seperti itu,” ujarnya.

Iika Indonesia serius ingin menjadi negara maju pada 2045 tapi belum bisa mendesain kebijakan, regulasi, dan birokrasi yang baik, maka siap-siap. Sumber daya di Indonesia, baik alam maupun manusia bakal tereksploitasi.

Eksploitasi itu bisa antara domestik dan internasional bekerja sama mengeksploitasi dan kemudian tidak membayar pajak, merusak lingkungan, bayar tenaga kerjanya minimal. Sehingga mereka bisa mengeksploitasi tanpa ada dampak positifnya bagi bangsa,” jelasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top