Mantan PM Pakistan Imran Khan Sebut Dirinya Mungkin Akan Ditangkap

Sabtu, 18 Maret 2023 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Mantan Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan mengatakan bahwa dirinya kemungkinan akan ditangkap seiring dia menuju ke pengadilan atas tuduhan korupsi.

Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (18/3/2023), mantan bintang kriket berusia 70 tahun itu terjerat dalam banyak kasus pengadilan, yang sering menjadi bahaya bagi tokoh-tokoh oposisi dalam politik Pakistan yang kacau.

“Saya akan pergi ke pengadilan Islamabad sekarang. Saya ingin memberi tahu Anda semua bahwa mereka telah membuat rencana untuk menangkap saya,” katanya dalam pesan video dari jalan tol, mengklaim bahwa dia adalah target komplotan untuk menghentikannya mencalonkan diri dalam pemilihan umum yang dijadwalkan pada bulan Oktober mendatang.

Tujuan serangan mereka terhadap rumah saya bukanlah untuk menghadirkan saya ke pengadilan Islamabad. Tujuannya adalah untuk memenjarakan saya.”

Khan digulingkan dalam mosi tidak percaya tahun lalu.

Awal pekan ini para pendukung Khan terlibat bentrokan sengit dengan polisi yang dikirim untuk menangkapnya di kota Lahore setelah dia tidak hadir di pengadilan, dengan alasan masalah keamanan.

Baca Juga:  Jika Perang hipotetis Korea Utara dan Korea Selatan akan merugikan dunia $4 triliun

Pihak berwenang kemudian mundur setelah sidang pengadilan dan janji Khan untuk muncul di ibukota Islamabad pada hari Sabtu.

Sekitar 4.000 petugas keamanan termasuk komando polisi elit, regu anti-terorisme, dan penjaga paramiliter telah dikerahkan di sekitar Islamabad, dengan rumah sakit dalam keadaan siaga tinggi.

Sementara itu, polisi menggerebek rumahnya di kawasan mewah di Lahore setelah memblokir jalan terdekat dan menangguhkan layanan seluler di daerah tersebut.

Kasus terhadap Khan tersebut diajukan oleh Komisi Pemilihan Umum Pakistan yang menuduh Khan tidak mengumumkan hadiah-hadiah yang diterima selama masa jabatannya sebagai perdana menteri, atau keuntungan yang diperoleh dari menjualnya.

Baca Juga:  Kebocoran dokumen Rahasia AS mungkin berasal dari luar Pentagon

Drama politik ini terjadi di saat Pakistan berada dalam cengkeraman kemerosotan ekonomi yang parah, yang berisiko gagal bayar jika bantuan tidak dapat diperoleh dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Situasi keamanan juga memburuk dengan serentetan serangan mematikan terhadap polisi, terkait dengan kelompok Taliban Pakistan.

Khan telah menekan pemerintah koalisi yang menggantikannya, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dengan aksi unjuk rasa populer dan pidato-pidato harian yang disiarkan di media sosial.

(m/c)

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB