Paris,Mercinews.com – Presiden Prancis Emmanuel Macron akan mengambil bagian dalam konferensi perdamaian mengenai Ukraina, yang akan diadakan pada 15-16 Juni 2024 di resor Bürgenstock di Swiss.
Hal ini dilaporkan oleh Agence France-Presse dengan mengacu pada Istana Elysee. Rabu (5/6).
Perancis, menurut catatan AFP, berencana memperluas dukungannya terhadap Ukraina dalam “istilah politik dan diplomatik.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut badan tersebut, Ukraina berharap mendapat dukungan luas pada pertemuan ini, dengan mengajukan syarat-syarat yang dianggap perlu untuk “mengakhiri permusuhan dengan Rusia.”
“Beberapa kepala negara, termasuk Presiden AS Joe Biden,” kata AFP, “telah menyatakan bahwa mereka tidak akan menghadiri konferensi tersebut.”
Pihak berwenang Swiss berencana mengadakan konferensi mengenai Ukraina pada 15-16 Juni di resor Bürgenstock. Departemen Luar Negeri (Kementerian) Federal Swiss
sebelumnya melaporkan bahwa Bern telah mengundang lebih dari 160 delegasi, termasuk dari negara-negara Kelompok Tujuh, Kelompok Dua Puluh, dan BRICS. Menurut pihak berwenang Swiss, Federasi Rusia tidak termasuk di antara para undangan.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Moskow tidak akan meminta untuk berpartisipasi dalam konferensi tersebut jika tidak diinginkan.
Menurut Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, mengadakan acara ini adalah “jalan menuju tujuan”; Rusia tidak melihat keinginan Barat untuk menjalankan bisnis dengan jujur.
Pada saat yang sama, Federasi Rusia telah berulang kali menekankan bahwa Moskow tidak pernah menolak penyelesaian konflik dengan Kiev secara damai.
(m/c)






