Mercinews.com – Sejumlah negara Eropa meningkatkan kewaspadaan menyusul dinamika keamanan di Iran yang kian tidak menentu. Terlebih memanasnya hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Jerman, Swedia, Slovakia, dan Serbia secara terbuka mengimbau warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran dan meminta mereka yang masih berada di sana agar segera meninggalkan wilayah tersebut.
Langkah itu diambil di tengah berlanjutnya perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran, yang dibayangi pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan opsi serangan militer terbatas. Situasi tersebut dinilai memperbesar risiko eskalasi keamanan di kawasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedutaan Besar Jerman di Teheran, mengutip laporan APTN, Minggu (22/2/2026), memperbarui peringatan keamanannya pada Sabtu. Otoritas Jerman menyebut kondisi di Iran sangat tidak stabil serta tidak menutup kemungkinan terjadinya peningkatan konflik militer dan penutupan wilayah udara.
Swedia pun mempertahankan status peringatan perjalanan pada level tertinggi dan menegaskan kembali anjuran agar warganya segera meninggalkan Iran.
Sikap serupa disampaikan Slovakia dan Serbia, yang meminta warga negaranya menunda seluruh rencana perjalanan ke negara tersebut.
Perundingan Nuklir
Di sisi lain, perundingan nuklir masih berlangsung dengan tawaran baru dari Teheran. Pemerintah Iran menegaskan tidak akan mengekspor sekitar 300 kilogram persediaan uranium yang dimilikinya.
Namun, negara tersebut menyatakan kesiapan untuk menurunkan tingkat kemurnian uranium di bawah pengawasan International Atomic Energy Agency.
Proposal ini disebut-sebut akan menjadi inti tawaran yang segera disampaikan kepada Washington dalam beberapa hari ke depan.
Iran diketahui memiliki stok uranium yang diperkaya hingga 60 persen, mendekati tingkat senjata. Meski demikian, Teheran membuka peluang kompromi dengan menurunkan kadar pengayaan menjadi 20 persen atau lebih rendah.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa dalam pembahasan terkini tidak ada tuntutan dari AS agar negaranya menghentikan pengayaan uranium sepenuhnya.
Fokus negosiasi, menurut dia, berkisar pada batas tingkat kemurnian dan jumlah sentrifugal yang diizinkan beroperasi.
Uranium
Sejumlah opsi sempat mencuat, termasuk wacana pengiriman stok uranium Iran ke Rusia atau pengaitan program pengayaan domestik dengan konsorsium internasional. Namun, sumber-sumber di negara tersebut membantah bahwa gagasan tersebut pernah diajukan secara resmi.
Media setempat yang dekat dengan pemerintah menegaskan material nuklir tetap berada di dalam negeri, sehingga akses dan pengawasan IAEA atas fasilitas nuklir menjadi faktor penentu dalam kesepakatan apa pun.
Dengan dinamika tersebut, arah kebijakan Washington termasuk keputusan untuk menggunakan penumpukan kekuatan militernya di Timur Tengah dinilai sangat bergantung pada isi proposal terbaru dari Teheran.(red)






