Ketegangan Iran vs AS Meningkat, Sejumlah Negara Eropa Minta Warganya Segera Pergi

Minggu, 22 Februari 2026 - 23:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iran (Foto: Dok. AL24 News)

Iran (Foto: Dok. AL24 News)

Mercinews.com – Sejumlah negara Eropa meningkatkan kewaspadaan menyusul dinamika keamanan di Iran yang kian tidak menentu. Terlebih memanasnya hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Jerman, Swedia, Slovakia, dan Serbia secara terbuka mengimbau warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran dan meminta mereka yang masih berada di sana agar segera meninggalkan wilayah tersebut.

Langkah itu diambil di tengah berlanjutnya perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran, yang dibayangi pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan opsi serangan militer terbatas. Situasi tersebut dinilai memperbesar risiko eskalasi keamanan di kawasan.

Kedutaan Besar Jerman di Teheran, mengutip laporan APTN, Minggu (22/2/2026), memperbarui peringatan keamanannya pada Sabtu. Otoritas Jerman menyebut kondisi di Iran sangat tidak stabil serta tidak menutup kemungkinan terjadinya peningkatan konflik militer dan penutupan wilayah udara.

Swedia pun mempertahankan status peringatan perjalanan pada level tertinggi dan menegaskan kembali anjuran agar warganya segera meninggalkan Iran.

Sikap serupa disampaikan Slovakia dan Serbia, yang meminta warga negaranya menunda seluruh rencana perjalanan ke negara tersebut.

Perundingan Nuklir

Di sisi lain, perundingan nuklir masih berlangsung dengan tawaran baru dari Teheran. Pemerintah Iran menegaskan tidak akan mengekspor sekitar 300 kilogram persediaan uranium yang dimilikinya.

Baca Juga:  Presiden Iran menuduh kelompok politik dalam negeri mencegah pekerjaannya

Namun, negara tersebut menyatakan kesiapan untuk menurunkan tingkat kemurnian uranium di bawah pengawasan International Atomic Energy Agency.

Proposal ini disebut-sebut akan menjadi inti tawaran yang segera disampaikan kepada Washington dalam beberapa hari ke depan.

Iran diketahui memiliki stok uranium yang diperkaya hingga 60 persen, mendekati tingkat senjata. Meski demikian, Teheran membuka peluang kompromi dengan menurunkan kadar pengayaan menjadi 20 persen atau lebih rendah.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa dalam pembahasan terkini tidak ada tuntutan dari AS agar negaranya menghentikan pengayaan uranium sepenuhnya.

Fokus negosiasi, menurut dia, berkisar pada batas tingkat kemurnian dan jumlah sentrifugal yang diizinkan beroperasi.

Baca Juga:  Polandia mengevakuasi warganya dari Israel

Uranium

Sejumlah opsi sempat mencuat, termasuk wacana pengiriman stok uranium Iran ke Rusia atau pengaitan program pengayaan domestik dengan konsorsium internasional. Namun, sumber-sumber di negara tersebut membantah bahwa gagasan tersebut pernah diajukan secara resmi.

Media setempat yang dekat dengan pemerintah menegaskan material nuklir tetap berada di dalam negeri, sehingga akses dan pengawasan IAEA atas fasilitas nuklir menjadi faktor penentu dalam kesepakatan apa pun.

Dengan dinamika tersebut, arah kebijakan Washington termasuk keputusan untuk menggunakan penumpukan kekuatan militernya di Timur Tengah dinilai sangat bergantung pada isi proposal terbaru dari Teheran.(red)

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB