Kesaksian Baru Kasus Vina Cirebon, Suroto Ungkap Para Pelaku Dipaksa Ngaku

Senin, 10 Juni 2024 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suroto, orang yang pertama menolong Eky dan Vina, saat menunjukkan lokasi ditemukannya Eky dan Vina di jembatan flyover Talun, Cirebon, Kamis (6/6/2024). FOTO: Dok Republika

Suroto, orang yang pertama menolong Eky dan Vina, saat menunjukkan lokasi ditemukannya Eky dan Vina di jembatan flyover Talun, Cirebon, Kamis (6/6/2024). FOTO: Dok Republika

Mercinews.com – Suroto, seorang saksi mata berusia 50 tahun, mengaku mendengar percakapan antara polisi dan tersangka saat olah TKP kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon.

Kesaksian ini muncul delapan tahun setelah kejadian tragis tersebut.

Vina, seorang gadis berusia 16 tahun dari Kampung Samadikun, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, ditemukan tewas bersama kekasihnya, Eki, di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu, 27 Agustus 2016.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka diduga menjadi korban penganiayaan oleh geng motor.

Dilansir dari Youtube Tribun Lampung pada Minggu, 09 Juni 2024, Suroto, yang bekerja sebagai mandor di Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, mengaku sebagai orang pertama yang menolong Vina dan Eki di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Marine Le Pen Sebut, Macron tidak harus mundur setelah kegagalan pemilu

Dua hari setelah menolong mereka, Suroto dipanggil oleh polisi untuk menghadiri olah TKP di belakang showroom dekat SMP 11 Cirebon, tempat Eky dan Vina disiksa.

Di lokasi tersebut, Suroto melihat dua tersangka yang tidak ia kenali.

Menurut Suroto, polisi berulang kali menanyakan kepada para tersangka mengenai alat yang digunakan untuk memukul korban, yang kemudian diakui sebagai balok kayu.

Suroto menduga para pelaku dipaksa mengaku karena pengakuan mereka terdengar seragam dan tidak alami.

Sementara itu, Mantan Jenderal Polisi, Susno Duadji, menilai kesaksian Suroto kuat karena didukung oleh dua polisi dan petugas Rumah Sakit Gunung Jati.

Baca Juga:  Pemkab Apresiasi Pustakawan Aceh Besar Wakili Aceh Masuk 15 Besar Nasional

Menurut Susno, jika kesaksian Suroto benar, ini bisa mengubah alur kasus secara drastis dan menunjukkan bahwa ada rekayasa dalam persidangan sebelumnya.

Suroto juga memastikan bahwa di lokasi kejadian tidak ada kamera CCTV, meskipun sempat beredar tangkapan layar rekaman CCTV di media sosial.

Hal ini menimbulkan spekulasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada malam kejadian.

Pada malam kejadian, Suroto yang sedang ronda melihat kerumunan di jembatan Talun dan menemukan dua korban tergeletak di dekat median jalan.

Ia memeriksa kondisi korban dan menemukan bahwa Eky sudah meninggal, sementara Vina masih hidup dan meminta pertolongan.

Baca Juga:  Biddokes Polda Banten Jamin Kualitas dan Keamanan MBG

Suroto kemudian membantu mengevakuasi korban ke RSD Gunung Jati bersama polisi.

Suroto juga menyatakan bahwa luka-luka yang dialami kedua korban terlihat janggal dan menunjukkan tanda-tanda penyiksaan.

Motor korban ditemukan dalam kondisi yang tidak rusak signifikan.

Egi Prayoga alias Egi Ripra, yang terseret dalam kasus ini karena status Facebooknya, menyatakan ketakutannya jika dipertemukan dengan para pelaku.

Egi khawatir para pelaku sudah dibekali untuk menjadikannya tersangka, meskipun ia mengaku tidak mengenal korban maupun pelaku.

Kasus ini terus menjadi perhatian publik, dan banyak pihak berharap agar penyelidikan lebih lanjut dapat mengungkap fakta-fakta baru untuk mengungkap kebenaran di balik pembunuhan tragis ini.

(m/c)

Berita Terkait

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda
Pengurus PWI LS Jabar Dikukuhkan, Anton Charliyan dan Rhoma Irama Hadir dalam Dakwah Budaya
AMKI Lahat Dikukuhkan di Bumi Seganti Setungguan, Profesionalisme Media Diperkuat
Hadiri Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya
Dukung AWK, Forum Peduli Bali Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Pulau Dewata
Semangat Kemerdekaan, BNNK Lampung Selatan Gaungkan Gerakan BERSINAR
APRC Sumut 2026 Digelar di Perkebunan PTPN IV PalmCo, UMKM Lokal Rasakan Dampak Positif
Imigrasi Ponorogo Borong Enam Penghargaan, Buktikan Kinerja Makin Luar Biasa

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Pengurus PWI LS Jabar Dikukuhkan, Anton Charliyan dan Rhoma Irama Hadir dalam Dakwah Budaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:13 WIB

AMKI Lahat Dikukuhkan di Bumi Seganti Setungguan, Profesionalisme Media Diperkuat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Hadiri Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Dukung AWK, Forum Peduli Bali Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Pulau Dewata

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB