Kampung Adat Naga Terancam Banjir, Anton Charliyan Dorong Penanganan Konkret

Senin, 27 April 2026 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abah Anton Charliyan bersama tokoh adat Kampung Naga Tasikmalaya.(Foto: istimewa)

Abah Anton Charliyan bersama tokoh adat Kampung Naga Tasikmalaya.(Foto: istimewa)

Tasikmalaya, Mercinews.com – Kampung Adat Naga di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menghadapi ancaman banjir dan kerusakan infrastruktur. Ketua Umum Majelis Adat Sunda Jawa Barat, Anton Charliyan, mendorong langkah penanganan konkret setelah menyerap langsung aspirasi warga saat berkunjung ke kawasan tersebut, Minggu (26/4/2026).

Kunjungan tersebut diisi dengan dialog bersama tokoh adat dan masyarakat setempat. Dari hasil pertemuan itu, terungkap sejumlah persoalan yang dinilai mendesak, terutama terkait kondisi geografis kampung yang berada di tepi sungai besar.

Dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026), Anton menyampaikan bahwa posisi Kampung Naga yang berada di bantaran sungai membuat wilayah tersebut rawan banjir, terlebih akibat pendangkalan sungai yang terjadi dari waktu ke waktu.

Banjir besar bahkan pernah melanda kawasan tersebut pada 2017 dan merusak lahan pertanian serta permukiman warga.

“Warga berharap adanya langkah konkret seperti normalisasi sungai melalui pengerukan dan pendalaman, serta peninggian tanggul di sepanjang bantaran guna mencegah luapan air saat curah hujan tinggi,” ujar Anton.

Selain itu, upaya penghijauan di kawasan bantaran sungai dan hutan sekitar dinilai penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan serta mengurangi risiko bencana.

Kondisi Rumah Adat

Tidak hanya ancaman banjir, kondisi rumah adat di Kampung Naga juga menjadi perhatian. Sejumlah atap rumah dilaporkan mengalami kebocoran akibat tingginya harga bahan ijuk, sehingga warga kesulitan melakukan perbaikan.

Baca Juga:  Viral! Wali Nikah Mempelai Wanita Pukul Pengantin Pria usai ijab kabul di Ternate

Fasilitas umum seperti lumbung padi (leuit), tempat mandi, mushala, hingga bangunan adat lainnya juga membutuhkan penanganan.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, masyarakat adat tetap memegang teguh nilai-nilai tradisi, termasuk tidak secara langsung meminta bantuan. Namun, mereka tetap terbuka terhadap dukungan sukarela selama tidak bertentangan dengan adat istiadat.

Penguatan Ekonomi Warga

Di sektor ekonomi, warga berharap adanya dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan pertanian dan peternakan.

Komoditas seperti pala, kopi, kelapa kopyor, serta tanaman hortikultura dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan, termasuk dengan penerapan metode modern seperti greenhouse.

Generasi muda Kampung Naga juga mulai mengembangkan sektor peternakan dan perikanan, seperti budidaya ayam, domba, dan ikan air tawar. Namun, keterbatasan modal dan akses pemasaran masih menjadi kendala.

Baca Juga:  PTPN IV PalmCo dan Pemprov Kaltim Bersinergi Turunkan Stunting di Kabupaten Paser

Selain itu, luas lahan garapan yang terbatas, sekitar 11 hektare, turut memengaruhi tingkat produksi dan ketahanan pangan masyarakat.

Warga berharap adanya perhatian dari pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk mendukung perbaikan infrastruktur, penguatan ekonomi, serta penataan kawasan kampung adat secara berkelanjutan tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.(red)

Berita Terkait

Usai Dibui 4 Bulan, Imigrasi Ponorogo Deportasi WNA Malaysia Pelanggar Keimigrasian
Permudah Akses Masyarakat, Imigrasi Denpasar Buka Layanan di Plaza Renon 
Persoalan GKJ Nusukan Solo, Stafsus Menag Jamin Kebebasan Beribadah, Siap Kawal IMB hingga Tuntas
Disambut Tor-Tor dan Gondang, Wali Kota Jaktim Hadiri Pesta Partangiangan 2026 Hutasoit
Hadir di Seren Taun Kuningan, Stafsus Menag Gugun Gumilar Ajak Jaga Kearifan Sunda Wiwitan
Stafsus Menag Hadiri Ibadah Jemaat Gereja Tiberias di Bekasi, Sampaikan Pesan Kerukunan
Wabup Kuningan Akui Memiliki Hubungan Kekerabatan dengan Dadan Hindayana, Kelola Empat Dapur MBG
Rakernis Humas Polda Sumsel 2026 Libatkan AMKI Bahas Komunikasi Publik di Era Digital

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:33 WIB

Usai Dibui 4 Bulan, Imigrasi Ponorogo Deportasi WNA Malaysia Pelanggar Keimigrasian

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:37 WIB

Permudah Akses Masyarakat, Imigrasi Denpasar Buka Layanan di Plaza Renon 

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:06 WIB

Persoalan GKJ Nusukan Solo, Stafsus Menag Jamin Kebebasan Beribadah, Siap Kawal IMB hingga Tuntas

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:18 WIB

Disambut Tor-Tor dan Gondang, Wali Kota Jaktim Hadiri Pesta Partangiangan 2026 Hutasoit

Senin, 8 Juni 2026 - 22:31 WIB

Hadir di Seren Taun Kuningan, Stafsus Menag Gugun Gumilar Ajak Jaga Kearifan Sunda Wiwitan

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Terjun Bebas Usai AS dan Iran Berdamai

Selasa, 16 Jun 2026 - 16:39 WIB