Jenderal ‘Armageddon’ Rusia yang Menghilang Ternyata Anggota VIP Wagner Group

Jumat, 30 Juni 2023 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Moskow, Mercinews.com – Jenderal Sergei Surovikin menjadi salah satu dari dua jenderal militer Rusia yang keberadaannya misterius setelah upaya pemberontakan tentara bayaran Wagner terhadap Kremlin digagalkan.

Informasi terbaru mengungkapkan bahwa Surovikin ternyata seorang anggota VIP rahasia dari Wagner Group.

Seperti dilansir CNN, Jumat (30/6/2023), Wagner Group yang merupakan perusahaan militer swasta, atau biasa disebut sebagai tentara bayaran, didirikan oleh Yevgenny Prigozhin, mantan sekutu Presiden Vladimir Putin, yang memimpin pemberontakan bersenjata di Rusia pada Sabtu (26/6) lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemberontakan itu dibatalkan setelah Prigozhin mencapai kesepakatan dengan Kremlin, yang dimediasi oleh Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. Dalam kesepakatan itu, Prigozhin diperbolehkan mengasingkan diri ke Belarusia dan dibebaskan dari tuntutan pidana, sebagai imbalan atas membatalkan pemberontakan dan menarik mundur tentara bayaran Wagner ke pangkalan mereka.

Baca Juga:  Pemberontakan Batal, Pasukan Wagner Tinggalkan kota Rostov-on-Don Rusia

Sejak pemberontakan digagalkan, Surovikin bersama seorang jenderal militer Rusia lainnya, Valery Gerasimov, dilaporkan tidak terlihat di depan umum. Hal ini memicu pertanyaan dan kecurigaan soal keberadaan kedua jenderal penting Rusia itu.

Terlebih Surovikin merupakan wakil komandan pasukan Rusia dalam operasi militer khusus di Ukraina.

Sejumlah dokumen yang dibagikan secara eksklusif dengan CNN menunjukkan bahwa Surovikin merupakan anggota VIP rahasia dari Wagner Group. Dokumen yang didapatkan oleh Pusat Berkas Investigasi Rusia itu menunjukkan bahwa Surovikin memiliki nomor registrasi pribadi dengan Wagner Group.

Baca Juga:  Peskov: Tindakan pencurian dari aset Rusia tidak bisa dibiarkan tanpa timbal balik

Surovikin terdaftar bersama setidaknya 30 pejabat senior militer dan intelijen Rusia lainnya. Puluhan pejabat senior militer dan intelijen Rusia lainnya itu, menurut Pusat Berkas Investigasi Rusia, juga merupakan anggota VIP Wagner Group.

Surovikin tidak terlihat di depan umum sejak Sabtu (26/6) lalu, ketika dirinya merilis video yang isinya meminta Prigozhin untuk menghentikan pemberontakannya. Keberadaan Surovikin sejak saat itu misterius dan tidak diketahui secara jelas.

Surovikin merupakan komandan Angkatan Udara Rusia yang dihormati dan dijuluki ‘Jenderal Armageddon’ karena taktiknya yang kejam dalam pengeboman kota-kota di wilayah Suriah. Rusia diketahui merupakan sekutu rezim pemerintah Presiden Bashar al-Assad dalam konflik Suriah yang pecah sejak tahun 2011 lalu.

Baca Juga:  Zelensky di Swiss: “Saya yakin kita sedang menulis sejarah hari ini”

Wagner Group belum memberikan tanggapan resmi atas laporan CNN itu. Kremlin juga belum memberikan

Tidak diketahui secara jelas apa yang dimaksud dengan keanggotaan VIP dalam Wagner Group, termasuk apakah ada keuntungan finansial dari keanggotaan itu.

Terlepas dari itu, Surovikin sebenarnya sudah sejak lama diketahui memiliki keterkaitan dengan tentara bayaran itu, namun dokumen-dokumen yang muncul menimbulkan pertanyaan soal kedekatan para pejabat senior militer Rusia dengan Wagner Group.

[]

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru