Ini Isi dalam “Ka’bah Baru”, Proyek ‘Gila’ Pangeran MBS Arab Saudi

Kamis, 23 Februari 2023 - 02:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riyadh, Mercinews.com – Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri (PM) Arab Saudi, Mohammed Bin Salman (MBS), kembali meluncurkan proyek pembangunan ambisius di pusat kota Riyadh. Pekan lalu Arab Saudi telah mengesahkan pembangunan pusat kota modern terbesar di dunia bernama The Mukaab.

Pusat kota itu merupakan proyek teranyar New Murabba Development Company (NMDV) yang didukung Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi. Melansir Arab News, The Mukaab artinya kubus dalam bahasa Arab.

The Mukaab memiliki tinggi 400 meter, lebar 400 meter, dan panjang 400 meter. Para kritikusnya menyebutnya “Ka’bah baru” merujuk kekuasaan MBS yang makin kuat di Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu apa saja isinya?

The Mukaab akan terdiri dari lantai seluas 2 juta meter persegi. Ini akan terdiri dari hotel, unit perumahan, ruang komersial, dan fasilitas rekreasi.

Baca Juga:  NATO izinkan Ukraina menggunakan senjata Barat untuk menyerang wilayah Rusia

Secara total, akan ada 25 juta meter persegi luas lantai. Di mana di dalamnya termasuk lebih dari 104.000 unit hunian, 9.000 kamar hotel, 980.000 meter persegi ruang ritel, 1,4 juta meter persegi ruang kantor, 620.000 meter persegi aset rekreasi, dan 1,8 juta meter persegi ruang yang didedikasikan untuk fasilitas komunitas.

“Murabba Baru akan menawarkan pengalaman hidup, bekerja, dan hiburan yang unik dalam radius 15 menit berjalan kaki dan akan memiliki sistem transportasi internal sendiri,” kata PIF.

“Setidaknya hanya dibutuhkan sekitar 20 menit berkendara dari Bandara Internasional King Khalid Riyadh.”

Kota dalam kubus ini juga akan menampilkan ruang hijau untuk jalur berjalan kaki dan bersepeda untuk meningkatkan kualitas hidup, yang mendorong gaya hidup sehat dan aktif, dan menyatukan komunitas. Proyek juga akan mencakup museum, universitas teknologi dan desain, lebih dari 80 tempat hiburan dan budaya, serta teater serbaguna.

Baca Juga:  Langkah China Damaikan Arab Saudi dan Iran Ubah Timur Tengah, Bikin AS Terpukul

Asisten profesor arsitektur di Universitas Columbia, New York dan sesama non-residen di Arab Gulf States Institute di Washington, Yasser Elsheshtawy, awalnya meragukan protek ini.

“Setelah terlibat dengan salah satu tim yang diundang untuk bersaing dalam proyek tersebut, saya dapat membuktikan bahwa ada pemikiran serius yang terlibat dalam skema semacam itu,” katanya.

Menurutnya proyek ini akan memberikan pengalaman unik dengan memanfaatkan kemajuan teknologi terbaru dalam realitas virtual. Pengunjung yang memasuki Mukaab akan menemukan berbagai proyeksi lanskap, yang juga akan terlihat dari apartemen yang terdiri dari menara spiral di tengah kubus.

Baca Juga:  Secara Bertahap, Relawan MER-C Kembali ke Tanah Air Usai Bertugas di Jalur Gaza

“Selain itu, itu akan memberi Riyadh ikon unik yang akan membuat kota ini langsung dikenali di antara kota-kota dunia lainnya, mirip dengan Menara Eiffel atau Gedung Opera Sydney,” tambahnya.

Proyek The Mukaab sendiri merupakan bagian dari strategi untuk mengembangkan industri lokal, meningkatkan sektor swasta, dan menyediakan platform baru untuk konten lokal, real estat, dan sumber pendapatan non-minyak.

Murabba Baru adalah yang terbaru dari daftar proyek besar Arab Saudi, meliputi NEOM, Red Sea Global, Gerbang Diriyah, Qiddiya, Aseer dan Amaala yang tujuan utamanya adalah mengubah Arab Saudi menjadi pemimpin dunia dalam pariwisata, teknologi dan industri kreatif.(*)

Berita Terkait

Netanyahu: Siapa Pun Presiden, Israel akan tetap menjadi sekutu Utama AS
AS mengerahkan pesawat pengebom nuklir B-52H Stratofortress ke Rumania
Rudal Rusia membunuh 18 tentara Inggris dan 25 lainnya terluka di Ukraina
Serangan udara Israel di Khan Younis 30 warga Gaza meninggal dunia
Gedung Putih mengatakan Biden tidak berniat mengundurkan diri lebih awal
Apa yang kita ketahui tentang wakil presiden AS Kamala Harris
Harris mencalonkan diri sebagai presiden AS, dia berjanji akan mengalahkan Trump
AS dan Inggris melancarkan serangan di provinsi Hajjah dan Hodeidah Yaman

Berita Terkait

Senin, 22 Juli 2024 - 23:23 WIB

Netanyahu: Siapa Pun Presiden, Israel akan tetap menjadi sekutu Utama AS

Senin, 22 Juli 2024 - 22:01 WIB

AS mengerahkan pesawat pengebom nuklir B-52H Stratofortress ke Rumania

Senin, 22 Juli 2024 - 20:51 WIB

Rudal Rusia membunuh 18 tentara Inggris dan 25 lainnya terluka di Ukraina

Senin, 22 Juli 2024 - 20:21 WIB

Serangan udara Israel di Khan Younis 30 warga Gaza meninggal dunia

Senin, 22 Juli 2024 - 05:50 WIB

Apa yang kita ketahui tentang wakil presiden AS Kamala Harris

Berita Terbaru

Sekretaris Jenderal NasDem Hermawi Taslim (kanan) bersama Anies Baswedan (tengah) di NasDem Tower, Jakarta, Senin (22/7/2024).  ANTARA/Narda Margaretha Sinambela.

Politik

NasDem usung Anies Baswedan untuk Pilgub DKI Jakarta 2024

Senin, 22 Jul 2024 - 22:23 WIB