Arab Saudi dan Iran Berdamai, Ini Reaksi Israel

Sabtu, 11 Maret 2023 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riyadh, Mercinews.com – Iran dan Arab Saudi sepakat berdamai dan memulihkan hubungan diplomatik setelah tujuh tahun bermusuhan.

Negara-negara Arab dan dunia Muslim senang dengan pemulihan hubungan kedua negara itu, namun para politisi Israel menunjukkan ketidaksukaan.

Dalam kesepakatan yang ditengahi China, Teheran dan Riyadh akan membuka kembali kedutaan masing-masing dalam waktu dua bulan. Kesepakatan itu tercapai setelah pembicaraan kedua pihak yang diadakan di Ibu Kota China, Beijing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagai hasil dari pembicaraan tersebut, Iran dan Arab Saudi setuju untuk melanjutkan hubungan diplomatik dan membuka kembali kedutaan dalam waktu dua bulan,” tulis kantor berita Iran, IRNA.

Media pemerintah Iran tersebut mem-posting foto dan video pertemuan di China. Itu menunjukkan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Shamkhani bersama Penasihat Keamanan Nasional Arab Saudi Musaad bin Mohammed al-Aiban dan diplomat senior China Wang Yi.

Baca Juga:  Pemukim Israel Blokir Akses Truk Bantuan Menuju Jalur Gaza

“Setelah pelaksanaan keputusan, menteri luar negeri kedua negara akan bertemu untuk mempersiapkan pertukaran duta besar,” bunyi siaran televisi pemerintah Iran.

Saudi Press Agency (SPA) mengonfirmasi perjanjian tersebut ketika juga menerbitkan pernyataan bersama dari Arab Saudi dan Iran, yang mengatakan bahwa kedua negara telah sepakat untuk menghormati kedaulatan negara dan tidak saling mencampuri urusan dalam negeri masing-masing.

Pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu belum berkomentar atas pemulihan hubungan diplomatik Iran dan Arab Saudi.

Namun para politisi Zionis, terutama kubu oposisi, menyebut normalisasi hubungan Teheran dan Riyadh merupakan kegagalan kebijakan luar negeri oleh PM Netanyahu.

Mereka mengatakan Netanyahu telah mengabaikan hubungan eksternal negara untuk fokus pada reformasi peradilan domestik, sebuah proyek yang telah memecah belah negara dan membawa puluhan ribu pengunjuk rasa turun ke jalan menentang apa yang mereka lihat sebagai ancaman terhadap demokrasi.

Baca Juga:  Israel Bom Kamp Pengungsi Jabalia, RS Indonesia di Gaza Terima Antrean Jenazah

“Ini adalah kegagalan total dan berbahaya kebijakan luar negeri pemerintah Israel,” kata pemimpin oposisi, Yair Lapid, di Twitter.

“Ini adalah runtuhnya tembok pertahanan regional yang mulai kami bangun melawan Iran,” lanjut Lapid, yang sebelumnya menjabat PM Israel.

Inilah yang terjadi ketika Anda [Netanyahu] sibuk sepanjang hari dengan proyek hukum yang gila alih-alih menangani Iran.” Seluruh elite politik Israel melihat ancaman eksistensial dalam program nuklir Iran yang kontroversial.

Namun Teheran membantah berusaha memperoleh senjata nuklir. Mantan menteri pertahanan Israel, Benny Gantz, menuduh Netanyahu dan kabinetnya melakukan “kudeta” sementara tantangan keamanan yang sangat besar yang dihadapi oleh Negara Israel meningkat.

Baca Juga:  Militer Israel Bombardir Rafah Balas Tembakan Roket Hamas, Belasan Orang Meninggal

Sementara itu mantan perdana menteri sayap kanan Naftali Bennett menyebut kesepakatan normalisasi hubungan Iran dan Arab Saudi sebagai “kemenangan politik bagi Iran”.

“Itu pukulan fatal bagi upaya membangun koalisi regional untuk melawannya, dan kegagalan luar biasa dari pemerintah Netanyahu,” katanya, seperti dikutip AFP, Sabtu (11/3/2023).

Sekadar diketahui, awal permusuhan Iran dan Arab Saudi dimulai pada Januari 2016 ketika Riydh memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran.

Itu terjadi setelah pengunjuk rasa menyerbu pos-pos diplomatik Arab Saudi di Iran. Serangan itu sebagai respons kemarahan setelah Arab Saudi mengeksekusi seorang ulama Muslim Syiah terkemuka, Nimr al-Nimr, atas tuduhan terlibat terorisme.

(m/c)

Berita Terkait

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak
Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda
Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:22 WIB

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak

Minggu, 6 September 2026 - 23:46 WIB

Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB