Gak Perlu Ribet! Ini Cara WNI Bisa Masuk China Tanpa Visa

Jumat, 13 Juni 2025 - 01:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tembok Besar China (Foto:net)

Tembok Besar China (Foto:net)

MERCINEWS.COM – Kabar baik datang bagi warga negara Indonesia (WNI) yang ingin bepergian ke China. Pemerintah China resmi mengumumkan kebijakan bebas visa transit selama 240 jam atau setara 10 hari untuk WNI yang masuk melalui bandara dan pelabuhan tertentu di Negeri Tirai Bambu.

Pengumuman ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers pada Kamis (12/6/2025) di Beijing.

Ia mengatakan, kebijakan ini adalah bagian dari upaya pemerintah China untuk membuka diri lebih luas kepada dunia, mendorong kerja sama, serta memperkuat hubungan internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami akan membuka diri lebih lebar, memperluas visi inovasi, dan memperdalam kerja sama agar masyarakat dunia bisa melihat China yang semakin mempesona,” ujar Lin Jian.

Baca Juga:  China Luncurkan Roket, Puing-Puingnya Berjatuhan di Dekat Taiwan

Melalui kebijakan ini, WNI kini menjadi bagian dari 55 negara yang berhak mendapatkan bebas visa transit di China.

Berikut ini syarat dan informasi pentingnya:

  • Durasi bebas visa: Maksimal 240 jam (10 hari).

  • Tujuan kunjungan: Wisata, bisnis, kunjungan keluarga, dan aktivitas non-komersial lainnya.

  • Kegiatan yang tidak diperbolehkan: Bekerja, belajar di institusi pendidikan, serta aktivitas jurnalistik tetap membutuhkan visa khusus.

  • Titik masuk yang diperbolehkan: 60 bandara dan pelabuhan di 24 provinsi atau daerah administratif di China, termasuk Beijing, Shanghai, Guangdong, Hunan, hingga Yunnan.

Selama masa transit, WNI diizinkan untuk keluar dari bandara, berwisata, berbelanja, hingga menjajaki peluang bisnis.

Baca Juga:  NYT Terbitkan perjanjian Istanbul antara Rusia dan Ukraina

Kenapa China Beri Kemudahan Ini?

Menurut Lin Jian, dunia kini semakin terhubung, dan China ingin menjadi bagian penting dalam mempererat kerja sama lintas negara. China juga tengah mempromosikan modernisasi dan pembangunan ramah inovasi, yang disebut dapat membawa stabilitas dan pertumbuhan global.

“Mengejar kebaikan dan pembangunan tak mengenal batas negara atau etnis. China ingin menjadi sumber kepastian di dunia yang berubah,” tegasnya.

Kebijakan ini disambut positif oleh Wakil Kepala Perwakilan RI di KBRI Beijing, Parulian Silalahi, yang menyebut langkah China sejalan dengan kebijakan sebelumnya, yaitu pemberian visa multi-entry 5 tahun bagi pebisnis dari negara ASEAN dan Timor Leste.

“Kebijakan ini menunjukkan bahwa wisatawan, pedagang, dan investor Indonesia dipandang punya potensi besar dalam mendukung ekonomi China,” ujarnya.

Baca Juga:  Serangan Israel Rusak Fasilitas RS Indonesia di Bayt Lahiya Gaza Utara

Negara-Negara Lain yang Sudah Dapat Fasilitas Serupa

Sebelum Indonesia, kebijakan bebas visa transit telah diberikan kepada 54 negara lain, di antaranya:

  • Eropa: Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Rusia, dan lainnya.

  • Amerika: AS, Kanada, Brasil, Meksiko, Argentina.

  • Asia: Jepang, Korea Selatan, Singapura, UEA, Qatar.

  • Oseania: Australia, Selandia Baru.

Dengan kebijakan ini, China berharap makin banyak wisatawan dan pebisnis asing yang berkunjung. Bagi WNI, ini adalah kesempatan besar untuk mengenal budaya, membangun jejaring internasional, atau sekadar menikmati keindahan China tanpa repot urus visa.

Gak perlu ribet! Siapkan paspor dan tiket, dan nikmati pengalaman bebas visa ke China hingga 10 hari penuh.(rkm)

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB