AS dan sekutunya ingin memutuskan hubungan ekonomi dengan China

Senin, 17 April 2023 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mercinews.com – AS dan sekutunya sedang mempertimbangkan bagaimana mengurangi hubungan ekonomi dengan China, karena takut akan kemungkinan konflik atau pandemi baru, tulis Wall Street Journal Senin (17/4/2023).

Menurut publikasi tersebut, Washington dan sekutunya ingin memutuskan “bagaimana memutuskan hubungan ekonomi mereka dengan China dengan mencoba membatasi hubungan pada sektor-sektor tertentu yang mereka anggap strategis.

Baca Juga:  Kolombia batalkan partisipasi dalam KTT Perdamaian pada menit-menit terakhir

Perlu dicatat bahwa operasi militer Rusia di Ukraina telah mengubah sikap kekuatan Barat terhadap strategi mereka terhadap China.

Negara-negara G7 (Inggris, Jerman, Italia, Kanada, Prancis, Jepang, dan AS) semakin khawatir bahwa China “jika terjadi konflik atau pandemi baru” dapat menghentikan ekspor utama sebagai pemasok utama sejumlah barang, menurut pejabat ekonomi senior Barat.

Pada saat yang sama, negara-negara G7 ingin menghindari kebijakan “tetangga pengemis” yang akan merusak pertumbuhan ekonomi global, kata artikel tersebut.

Baca Juga:  Perdana Menteri Bangladesh Mengundurkan Diri dan Terbang ke Luar Negeri

Menurut publikasi tersebut, dari semua negara G7, pemerintah AS adalah yang paling aktif dalam melakukan reorientasi ekonomi dunia dari China.

 

[m/c]

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru