Dirjen Imigrasi Paparkan 3 Pilar Penguatan Perbatasan RI di Forum ASEAN

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen Imigrasi, Hendarsam Marantoko menghadiri forum 'The 29th ASEAN Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of the Ministries of Foreign Affairs (DGICM)' di Siem Reap, Kamboja yang berlangsung pada 23-25 Juni 2026. (Foto: Dok. Ditjen Imigrasi)

Dirjen Imigrasi, Hendarsam Marantoko menghadiri forum 'The 29th ASEAN Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of the Ministries of Foreign Affairs (DGICM)' di Siem Reap, Kamboja yang berlangsung pada 23-25 Juni 2026. (Foto: Dok. Ditjen Imigrasi)

Jakarta, Mercinews.com – Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Hendarsam Marantoko, memaparkan tiga pilar penguatan perbatasan Indonesia dalam forum ‘The 29th ASEAN Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of the Ministries of Foreign Affairs (DGICM)’ di Siem Reap, Kamboja. Tiga pilar tersebut meliputi penguatan pemeriksaan perbatasan, pengawasan warga negara asing (WNA), dan integrasi layanan digital.

Dalam forum yang berlangsung pada 23-25 Juni 2026 itu, Hendarsam menegaskan bahwa ketiga pilar tersebut menjadi fondasi utama dalam memperkuat sistem keimigrasian nasional sekaligus menghadapi tantangan kejahatan lintas negara yang semakin kompleks.

“Penguatan pemeriksaan perbatasan, pengawasan warga negara asing (WNA), serta integrasi layanan digital menjadi tiga pilar yang menopang sistem keimigrasian Indonesia. Didukung dengan kolaborasi lintas instansi, kami telah mampu mendeteksi dini pelanggaran keimigrasian dan kejahatan transnasional, baik sebelum, saat, maupun setelah pemeriksaan dilakukan,” kata Hendarsam dalam pemaparannya.

Hendarsam menjelaskan, Direktorat Jenderal Imigrasi saat ini mengoptimalkan analisis berbasis risiko melalui Passengers Analysis Unit (PAU) yang beroperasi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) serta Immigration Traffic Monitoring Center (ITMC) di tingkat pusat.

Menurut dia, kedua sistem tersebut berperan penting dalam memperkuat pengawasan lalu lintas orang yang keluar masuk Indonesia sekaligus mendukung upaya pencegahan berbagai pelanggaran keimigrasian.

Selain penguatan pemeriksaan perbatasan, Imigrasi juga terus meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing di Indonesia. Salah satu instrumen yang digunakan adalah Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) yang telah terintegrasi dengan sistem Polri.

Hendarsam menyebut integrasi tersebut telah menunjukkan hasil nyata. Salah satunya terlihat dalam pengungkapan kasus penipuan investasi daring yang melibatkan 210 WNA di Batam pada awal Mei 2026.

Baca Juga:  Seskab dan Dirjen Imigrasi Bahas Reformasi Layanan, Soroti Haji hingga Perbatasan

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti pentingnya sinergi antarinstansi dalam mendeteksi dan menindak potensi penyalahgunaan izin tinggal oleh warga negara asing.

Di sela-sela forum, Hendarsam juga melakukan pertemuan bilateral dengan Department of Home Affairs (DHA) Australia untuk membahas sejumlah isu kerja sama keimigrasian.

Dalam kesempatan itu, Indonesia mengusulkan perubahan mekanisme penerbitan Visa Kerja dan Liburan atau Working Holiday Visa (WHV) bagi warga negara Indonesia yang ingin mengikuti program tersebut di Australia.

“Saya hari ini berkesempatan berdialog dengan DHA Australia. Kebetulan momennya pas, kami usulkan agar prosedur penerbitan Working Holiday Visa untuk WNI dapat secara proporsional dikelola oleh Pemerintah Australia melalui sistem undian atau ballot system,” ujarnya.

Menurut Hendarsam, mekanisme tersebut dinilai lebih mampu menjamin aspek keadilan, transparansi, dan efisiensi dalam pengelolaan kuota pendaftar yang setiap tahunnya cukup tinggi dari Indonesia.

Baca Juga:  Tiga WNA Diduga Terlibat Prostitusi Online Diamankan Imigrasi Denpasar

Pada tingkat regional, Indonesia juga dipercaya menjadi Voluntary Lead Shepherd (VLS) untuk isu penyelundupan manusia atau people smuggling dalam implementasi Plan of Action (PoA) DGICM ASEAN.

Sementara itu, bidang kerja sama lainnya dipimpin oleh negara-negara anggota ASEAN, yakni Kamboja untuk Intelligence Data Sharing Protocol, Malaysia untuk Foreign Terrorist Fighters Movement, Singapura untuk Fraudulent Travel Documents, serta Brunei Darussalam untuk Consular Matters.

“Tantangan kejahatan lintas negara memerlukan penyelesaian yang terintegrasi. Melalui mandat Indonesia sebagai Lead Shepherd penanganan penyelundupan manusia, kami mendorong komitmen nyata seluruh anggota ASEAN untuk memperkuat pertukaran informasi intelijen dan penyelarasan teknologi demi kawasan yang lebih aman dan tangguh,” tutup Hendarsam.(red)

Berita Terkait

Tanam 76.555 Pohon dalam Tiga Tahun, Bukti Nyata PTPN IV PalmCo Peduli Lingkungan
HUT ke-499 Jakarta, Kevin Wu: Kebakaran dan Kriminalitas Masih Jadi PR
PTPN IV PalmCo Maknai Tahun Baru Islam dengan Zikir Bersama dan Peduli Sesama
Normalisasi Waduk, Lanud Halim Perdanakusuma Gerak Cepat Cegah Banjir
Dewan Pers Perkuat Kompetensi Wartawan di Tengah Meningkatnya Aduan Pemberitaan 
Pertama dalam Sejarah, Perwira TNI AD Achmad Fikri Bawa Pulang Magister dari Lemhannas Yordania
Resmikan Renovasi Istana Gebang Blitar, Megawati Lepas Teks Sambutan: Ini Rumah Eyang Kakung
Dukung Indonesia ASRI, Warga dan Personel Lanud Halim Bersihkan Lingkungan

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:07 WIB

Dirjen Imigrasi Paparkan 3 Pilar Penguatan Perbatasan RI di Forum ASEAN

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:45 WIB

Tanam 76.555 Pohon dalam Tiga Tahun, Bukti Nyata PTPN IV PalmCo Peduli Lingkungan

Senin, 22 Juni 2026 - 17:07 WIB

HUT ke-499 Jakarta, Kevin Wu: Kebakaran dan Kriminalitas Masih Jadi PR

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:03 WIB

PTPN IV PalmCo Maknai Tahun Baru Islam dengan Zikir Bersama dan Peduli Sesama

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:18 WIB

Normalisasi Waduk, Lanud Halim Perdanakusuma Gerak Cepat Cegah Banjir

Berita Terbaru

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) ke-5 yang dibuka pada Rabu (24/6/2026). (Foto: Dok. Uhamka)

Nasional

Resmi Dibuka, UHAMKA Jadi Tuan Rumah SILAT APIK PTMA ke-5

Rabu, 24 Jun 2026 - 16:54 WIB