Bali, Mercinews.com – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai mendeportasi seorang buronan Interpol asal Rumania berinisial CCZ dari Bali. Deportasi dilakukan pada Selasa (20/1/2026) malam setelah yang bersangkutan ditangkap aparat gabungan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.
Kantor Imigrasi Ngurah Rai dalam keterangan tertulis, Kamis (22/1/2026) menyebutkan bahwa CCZ merupakan subjek Red Notice Interpol dan termasuk dalam daftar buronan paling dicari di Rumania. Ia terlibat kasus perampokan yang disertai pembunuhan di negara asalnya pada November 2023.
Penangkapan CCZ dilakukan oleh DivhubinternPolri bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali pada 15 Januari 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penindakan tersebut dilakukan setelah aparat melacak keberadaan CCZ yang diketahui berada di Jakarta dan Bali sejak November 2025.
Berdasarkan data keimigrasian, CCZ tercatat masuk ke Indonesia pada 14 November 2023 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan penerbangan dari Chengdu, China.
Ia sempat terdeteksi mencoba meninggalkan Indonesia menggunakan tiket AirAsia rute Denpasar–Kuala Lumpur. Namun, namanya tidak tercatat dalam data perlintasan keimigrasian.
Informasi tambahan dari National Central Bureau (NCB) Bucharest, termasuk hasil penelusuran media sosial, menunjukkan bahwa CCZ masih berada di Bali.
Jalin hubungan dengan WNI
Selama pelariannya, CCZ diketahui menjalin hubungan dengan seorang perempuan warga lokal dan kerap tinggal di rumah WNI tersebut.
Berdasarkan informasi itu, Divhubinter Polri bersama Polda Bali melakukan operasi gabungan selama tiga hari hingga akhirnya berhasil menangkap CCZ di wilayah Bali.
Proses deportasi dilakukan oleh Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Ngurah Rai bersama Divhubinter Polri dan Polda Bali.
CCZ dideportasi melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan maskapai Qatar Airways rute Denpasar–Doha–Bucharest pada Rabu (21/1/2026) dini hari pukul 00.30 Wita.
Kantor Imigrasi Ngurah Rai menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait guna menegakkan hukum serta menjaga keamanan dan ketertiban nasional, sehingga Bali dan Indonesia tetap menjadi wilayah yang aman dan kondusif.(red)






