Amman, Mercinewscom – Tepuk tangan menggema di aula Royal Jordanian National Defence College, Amman, Yordania pada Senin (15/6/2026) waktu setempat. Di antara 146 wisudawan dari 13 negara, nama Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe disebut. Ia berdiri tegap, menerima ijazah dari Pangeran Faisal bin Al Hussein, adik Raja Abdullah II.
Dilansir Mercinews.com dari keterangan Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad), Selasa (16/6/2026), momen itu jadi sejarah. Untuk pertama kalinya, prajurit TNI menyelesaikan pendidikan di RJNDC, lembaga setingkat Lemhannas milik Yordania.
Tak hanya lulus, Achmad Fikri Dalimunthe meraih predikat Excellent dan menyandang gelar Master in Management and Strategic Studies. Ia juga mengantongi Postgraduate Diploma in National Resource Management and Military Sciences.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak 29 Juni 2025, Achmad Fikri Dalimunthe meninggalkan tanah air. Selama satu tahun ia belajar bersama 75 perwira Yordania dan 69 perwira dari Arab Saudi, Kuwait, UEA, Oman, Mesir, Bahrain, Maroko, Pakistan, AS, Jerman, Nigeria hingga Tanzania.
Tak semua peserta mengambil jalur magister. Dari 146 orang, hanya 70 yang menempuh program akademik. Achmad Fikri salah satunya.
Ia bergulat dengan isu keamanan nasional, geopolitik, geostrategi, hingga perumusan kebijakan di level paling tinggi.
“Rasanya campur aduk. Bangga, haru, sekaligus merasa tanggung jawabnya besar,” kata Achmad Fikri usai wisuda.
Di barisan tamu, Duta Besar RI untuk Yordania dan Palestina, Ade Padmo Sarwono, ikut menyaksikan.
Bukan Sekadar Gelar
Bagi TNI AD, capaian ini bukan sekadar tambahan gelar. Ini bukti prajurit Indonesia mampu bersaing di forum strategis dunia. RJNDC dulunya bernama Royal Jordanian War College, tempat para calon pemimpin sipil dan militer Yordania digembleng.
Bekal ilmu dari Amman akan dibawa pulang. Tentang cara membaca tantangan keamanan yang makin rumit, mengelola sumber daya nasional, sampai membangun jejaring pertahanan antarnegara.
“Saya hanya menjalankan tugas. Tapi semoga ini jadi jalan untuk anak-anak muda TNI lain. Bahwa kita bisa, bahwa dunia mengakui kualitas kita,” ucap perwira asal Indonesia itu pelan.
Harumkan Nama Bangsa
Langit Amman sore itu cerah. Setahun sebelumnya, Achmad Fikri datang dengan koper dan harapan.
Kini ia pulang membawa ijazah, pengalaman dan catatan sejarah sebagai prajurit TNI pertama yang lulus dari Lemhannas Yordania.
Di pundaknya, ada amanah baru. Ilmu dari negeri para raja itu akan diuji di tanah air, untuk memperkuat pertahanan dan menjaga nama Indonesia di mata dunia.(red)






