Jakarta, Mercinews.com – Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) ke-5 yang resmi dibuka pada Rabu (24/6/2026).
Forum yang berlangsung hingga 26 Juni 2026 itu mempertemukan akademisi, dosen, mahasiswa dan pengelola program studi ilmu komunikasi dari perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia untuk membahas tantangan komunikasi di era transformasi digital.
Pembukaan kegiatan berlangsung di Aula Kampus A UHAMKA, Jalan Limau II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Acara dibuka oleh Rektor UHAMKA Prof. Dr. Gunawan Suryoputro. Hadir jajaran pimpinan universitas, pengurus APIK PTMA, akademisi, serta perwakilan berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir Wakil Rektor I UHAMKA Anisia Kumala, Wakil Rektor III Prof. Dr. Nani Solihati, Wakil Rektor IV Prof. Dr. Muhammad Dwifajri, serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UHAMKA Dra. Tellys Corliana.
Dalam sambutannya, Gunawan mengatakan, penyelenggaraan SILAT APIK PTMA menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antarkampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan ilmu komunikasi.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Ia berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga melahirkan gagasan serta rekomendasi yang dapat memperkuat pengembangan ilmu komunikasi di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Ketua Panitia Pelaksana Andys Tiara mengatakan SILAT APIK PTMA ke-5 mengusung tema “Komunikasi Berdampak: Mendorong Transformasi Sosial Berkelanjutan melalui Inovasi Digital yang Etis.”
Menurut Andys, tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap semakin pesatnya perkembangan teknologi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang membawa perubahan besar dalam cara masyarakat berkomunikasi.
“Transformasi digital menghadirkan banyak peluang, tetapi pada saat yang sama juga memunculkan tantangan etika, seperti penyebaran disinformasi, manipulasi konten, polarisasi sosial, hingga menurunnya kepercayaan publik. Karena itu, inovasi digital harus dibarengi dengan tanggung jawab etis,” ujarnya.
Pelantikan Pengurus Nasional APIK PTMA
Hari pertama penyelenggaraan SILAT APIK PTMA ke-5 diisi dengan pelantikan Pengurus Nasional APIK PTMA periode 2026-2028. Agus Triyono dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dilantik sebagai Ketua APIK PTMA oleh Prof. Dr. Armai Arif yang mewakili Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar internasional bertajuk “Global Perspective on Digital Ethics, AI Governance, and Social Inclusion.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri, antara lain Prof. Emeritus Fakultas Ilmu Informasi dan Studi Komunikasi University of the Philippines Open University Prof. Alexander G. Flor dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Gati Gayatri.
Kemudian Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro, serta pendiri Media Kernels Indonesia sekaligus Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Ismail Fahmi.
Rangkaian Kegiatan
Selain seminar internasional, rangkaian kegiatan SILAT APIK PTMA ke-5 mencakup kompetisi mahasiswa bertaraf internasional, pengabdian kepada masyarakat, kunjungan media, city tour, dan forum koordinasi nasional program studi ilmu komunikasi PTMA.
Selanjutnya malam penghargaan dan parade budaya yang akan digelar pada penutupan kegiatan, Jumat (26/6/2026) mendatang.
Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan Tari “Lenggang Nyai” yang dibawakan Unit Kegiatan Mahasiswa Mentari FISIP UHAMKA sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia.
SILAT APIK PTMA ke-5 diikuti puluhan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari berbagai daerah. Di antaranya Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Tangerang dan Universitas Muhammadiyah Cirebon.
Kemudian Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Muhammadiyah Cileungsi, dan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Melalui penyelenggaraan SILAT APIK PTMA ke-5, para peserta diharapkan dapat memperkuat kolaborasi, menghasilkan inovasi, serta merumuskan strategi pengembangan pendidikan ilmu komunikasi yang adaptif terhadap kemajuan teknologi, namun tetap berlandaskan nilai-nilai etika, kemanusiaan dan kebermanfaatan bagi masyarakat.(red)






