Purbaya Masih Optimistis Rupiah Menguat pada Semester II 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa masih optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan menguat secara bertahap pada semester II 2026. (Foto: Dok. Mercinews.com)

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa masih optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan menguat secara bertahap pada semester II 2026. (Foto: Dok. Mercinews.com)

Jakarta, Mercinews.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan menguat secara bertahap pada semester II 2026 setelah mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir.

Purbaya mengatakan, pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, termasuk meningkatnya ketidakpastian global dan sentimen kehati-hatian investor di pasar keuangan internasional.

“Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II 2026,” kata Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/6/2026).

Menurut Purbaya, tekanan terhadap nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh kondisi transaksi berjalan dan transaksi finansial domestik yang masih menghadapi tantangan di tengah dinamika ekonomi global.

Meski demikian, pemerintah meyakini berbagai langkah yang telah ditempuh akan mampu memperkuat stabilitas nilai tukar dalam jangka menengah.

Salah satunya melalui koordinasi yang lebih erat antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan.

Purbaya menjelaskan, pemerintah juga terus mendorong perbaikan tata kelola devisa hasil ekspor (DHE) guna memperkuat pasokan valuta asing di dalam negeri.

Selain itu, lanjutnya, pendalaman pasar keuangan nasional diharapkan dapat meningkatkan daya tahan ekonomi terhadap gejolak eksternal.

Baca Juga:  Rupiah Dibuka Melemah, Investor Soroti Pelebaran Defisit Fiskal

“Pemerintah optimistis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kelola DHE serta pendalaman pasar keuangan, akan memperkuat pasokan valas di dalam negeri dan meningkatkan kepercayaan investor,” ujarnya.

Optimisme tersebut juga tercermin dalam proyeksi pemerintah terhadap nilai tukar rupiah pada 2027.

Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027, pemerintah memperkirakan kurs rupiah berada pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS.

Baca Juga:  Purbaya Soroti Koordinasi Kemenhub soal Pajak Kapal Asing

Purbaya menilai proyeksi tersebut didukung oleh sejumlah faktor, termasuk perkiraan membaiknya pertumbuhan ekonomi global dan meredanya berbagai ketegangan geopolitik yang selama ini memengaruhi pergerakan pasar keuangan dunia.

Menurut dia, stabilitas nilai tukar menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga iklim investasi, mendukung aktivitas dunia usaha, serta memperkuat daya tahan perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.

“Karena itu, kita akan terus menjaga koordinasi lintas sektor untuk memastikan stabilitas makroekonomi tetap terpelihara sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.(red)

Berita Terkait

Akulaku Finance dan Danamon Perkuat Sinergi, Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Digital
Rupiah Tertekan, Nilai Tukar Diproyeksi Dekati Rp 18.000 per Dolar AS
Purbaya Soroti Koordinasi Kemenhub soal Pajak Kapal Asing
Rupiah Dibuka Melemah, Investor Soroti Pelebaran Defisit Fiskal
Kamu Pengusaha Kena Pajak? Catat Ini agar Tidak Dicabut Kewenangannya
Aspek Pajak atas Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan
Aset Perusahaan Terbakar? Begini Aspek Perpajakannya
Purbaya: Harapan di Tengah Keretakan Anggaran

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:48 WIB

Purbaya Masih Optimistis Rupiah Menguat pada Semester II 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 21:08 WIB

Akulaku Finance dan Danamon Perkuat Sinergi, Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Digital

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:52 WIB

Rupiah Tertekan, Nilai Tukar Diproyeksi Dekati Rp 18.000 per Dolar AS

Kamis, 29 Januari 2026 - 00:26 WIB

Purbaya Soroti Koordinasi Kemenhub soal Pajak Kapal Asing

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:45 WIB

Rupiah Dibuka Melemah, Investor Soroti Pelebaran Defisit Fiskal

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Terjun Bebas Usai AS dan Iran Berdamai

Selasa, 16 Jun 2026 - 16:39 WIB