JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Jumat di Jakarta, terdorong kekhawatiran investor terkait pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Rupiah dibuka di level Rp16.829 per dolar AS, turun 31 poin atau 0,18 persen dari penutupan sebelumnya Rp16.798 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan pelemahan rupiah salah satunya disebabkan oleh realisasi defisit fiskal yang lebih tinggi dari perkiraan pemerintah. “Defisit fiskal tercatat 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB), melebihi proyeksi resmi 2,78 persen,” ujar Josua di Jakarta, Jumat (9/1).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya melaporkan realisasi defisit APBN 2025 sementara sebesar Rp695,1 triliun per 31 Desember 2025. Angka ini melampaui target awal APBN 2025 sebesar 2,53 persen dari PDB dan proyeksi laporan semester yang berada di 2,78 persen. Pelebaran defisit membuat posisi fiskal mendekati batas maksimal 3 persen dari PDB, sebagaimana diatur dalam undang-undang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain faktor domestik, sentimen global turut memengaruhi pergerakan rupiah. Lembaga konsultan ketenagakerjaan Challenger, Gray & Christmas melaporkan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) di Amerika Serikat pada Desember 2025 turun 8,3 persen secara tahunan menjadi 35.553, level terendah sejak Juli 2024.
Sementara itu, data klaim awal tunjangan pengangguran AS (initial jobless claims) untuk pekan yang berakhir 3 Januari 2025 meningkat menjadi 208.000 dari 200.000 pada pekan sebelumnya, tetapi masih di bawah ekspektasi pasar sebesar 212.000 klaim. Neraca perdagangan AS pada Oktober 2025 juga menunjukkan defisit terkecil sejak 2009, sebesar 29,4 miliar dolar AS, seiring menurunnya impor.
Josua menambahkan, kombinasi pelebaran defisit fiskal domestik dan dinamika ekonomi global membuat pergerakan rupiah cenderung rentan terhadap tekanan jangka pendek. Pelaku pasar kini menantikan langkah kebijakan pemerintah dan bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan fiskal.(red)






