Jakarta, Mercinews.com – PTPN IV PalmCo terus memperkuat sinergi dengan TNI-Polri untuk mengamankan aset negara sekaligus mendorong modernisasi sektor perkebunan sawit nasional.
Kerja sama tersebut dijalankan di sejumlah wilayah operasional perusahaan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan usaha yang aman, produktif, dan berkelanjutan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan, pengamanan wilayah operasional tidak hanya bertujuan menjaga kelancaran aktivitas bisnis perusahaan, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjaga aset negara yang dikelola perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengamanan aset negara menjadi salah satu prioritas utama kami. Sinergi dengan TNI dan Polri, baik melalui penguatan teritorial maupun pendekatan sosial kepada masyarakat, menjadi kunci agar seluruh area operasional tetap kondusif dan aset negara dapat dikelola secara optimal,” kata Jatmiko dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).
Menurut Jatmiko, strategi pengamanan yang diterapkan perusahaan kini juga didukung pemanfaatan teknologi. Salah satunya dilakukan di Lampung melalui kerja sama antara PTPN IV PalmCo Regional VII dan Kodam II/Sriwijaya yang membawahi wilayah Kodam XXI/Radin Inten dalam penguatan sistem pengamanan lahan berbasis teknologi.
Ia menjelaskan, kombinasi antara pengamanan aset, inovasi teknologi, dan pembinaan sosial masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri perkebunan yang lebih aman dan produktif.
“Kami berharap sinergi ini dapat menghadirkan manfaat nyata, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi perekonomian nasional,” harapnya.
Peluang Pengembangan Teknologi Pertanian
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurut dia, sektor perkebunan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
“PTPN IV merupakan bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional. Karena itu, kami siap mendukung pengamanan aset maupun berbagai bentuk kerja sama lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi perusahaan dan masyarakat,” kata Kristomei.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut juga membuka peluang pengembangan teknologi pertanian atau agri-tech yang saat ini mulai dimanfaatkan oleh institusi TNI.
Menurut Kristomei, pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah digunakan untuk membantu memprediksi hasil produksi suatu wilayah melalui analisis citra udara yang diambil menggunakan drone.
“Teknologi seperti ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama, termasuk di sektor perkebunan,” ujarnya.
Fokus Bangun Kesadaran Masyarakat
Selain di Lampung, sinergi antara perusahaan, TNI, dan Polri juga diperkuat di wilayah operasional Regional III di Kampar, Riau.
Di wilayah tersebut, kerja sama difokuskan pada penyelesaian persoalan sosial kemasyarakatan serta upaya menekan tindak pencurian komoditas perkebunan yang berpotensi merugikan negara.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui kegiatan sosialisasi dan pembinaan masyarakat yang digelar PTPN IV Kebun Sei Garo bersama unsur kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah.
Mewakili Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan, Kapolsek Tapung Kompol Y. Emanuel Bambang Dewanto mengapresiasi inisiatif perusahaan dalam membangun kolaborasi dengan masyarakat dan aparat keamanan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif, termasuk menekan angka pencurian kelapa sawit di wilayah Kecamatan Tapung,” kata Emanuel.
Apresiasi serupa disampaikan Danramil 16 Tapung Kapten Infanteri Devi Khairul Edward. Menurut dia, forum komunikasi yang melibatkan berbagai pihak menjadi sarana penting dalam menyelesaikan persoalan masyarakat secara bersama-sama.
“Semoga berbagai kendala dan keluhan masyarakat dapat ditangani melalui kerja sama yang baik antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan warga,” ujarnya.
Melalui penguatan kerja sama dengan TNI dan Polri, PTPN IV PalmCo berharap dapat menciptakan lingkungan operasional yang aman sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah perkebunan.(red)






