Rupiah Terancam Rp 18.000, Sentimen Global dan Domestik Dorong Dolar AS Menguat

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, Mercinews.com – Nilai tukar rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan berat dan berpotensi mendekati level psikologis Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (29/5/2026).

Pelemahan rupiah terjadi di tengah kombinasi sentimen global dan domestik yang mendorong penguatan dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, tekanan terhadap rupiah semakin besar seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan dunia.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pelaku pasar global cenderung menghindari risiko dan beralih ke aset safe haven seperti dolar AS.

“Rupiah sudah melemah cukup dalam dan ada kemungkinan pembukaan pasar besok mendekati level Rp18.000 per dolar AS,” ujar Ibrahim, dikutip Jumat (29/5/2026).

Ibrahim menjelaskan, konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang memicu kekhawatiran pasar.

Baca Juga:  PalmCo Raih Kenaikan Peringkat Kredit, Kinerja Kian Solid

Serangan Amerika Serikat terhadap instalasi di Iran disebut meningkatkan risiko eskalasi konflik yang lebih luas dan menambah ketidakpastian di pasar keuangan global.

Selain itu, ketegangan yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina turut memperburuk sentimen investor.

Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar untuk mencari perlindungan pada aset yang dianggap lebih aman, sehingga meningkatkan permintaan terhadap dolar AS.

Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah juga tidak hanya berasal dari faktor eksternal.

Baca Juga:  Koperasi Merah Putih Jadi Jurus Prabowo Perkuat Ekonomi Desa

Sentimen domestik seperti kebutuhan dolar untuk impor energi, pembayaran utang luar negeri, hingga aktivitas repatriasi dividen turut memberi tekanan tambahan pada mata uang Garuda.

Kombinasi faktor global dan domestik tersebut membuat ruang penguatan rupiah dinilai semakin terbatas dalam jangka pendek.

Pelaku pasar kini cenderung bersikap hati-hati menunggu arah kebijakan bank sentral serta perkembangan situasi geopolitik global yang masih dinamis.(red)

Berita Terkait

Kebun Bah Jambi PTPN IV Perkuat Ekonomi Simalungun, Serap Lebih dari 500 Tenaga Kerja Lokal
PTPN IV PalmCo Catat Produktivitas Kebun Sawit Mitra 20,18 Ton per Hektare
SIEXPO 2026, PTPN IV PalmCo Perkenalkan Inovasi Digital dan Teknologi Sawit
PTPN IV PalmCo Serap 1.328 Peserta Magang
Laba Bersih KAI Turun Jadi Rp 314 Miliar pada Semester I 2026
PTPN IV PalmCo Borong Tiga Penghargaan Tata Kelola, Bukti Penguatan Kinerja dan Efisiensi
PTPN IV PalmCo Percepat Sertifikasi SDM, Targetkan 5.120 Tenaga Kerja Kompeten
Prabowo Sebut Tim BRIN Temukan Cadangan Emas dan Mineral Baru di Pegunungan Papua

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:42 WIB

Kebun Bah Jambi PTPN IV Perkuat Ekonomi Simalungun, Serap Lebih dari 500 Tenaga Kerja Lokal

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:09 WIB

PTPN IV PalmCo Catat Produktivitas Kebun Sawit Mitra 20,18 Ton per Hektare

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:14 WIB

SIEXPO 2026, PTPN IV PalmCo Perkenalkan Inovasi Digital dan Teknologi Sawit

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:56 WIB

PTPN IV PalmCo Serap 1.328 Peserta Magang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Laba Bersih KAI Turun Jadi Rp 314 Miliar pada Semester I 2026

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB