Denpasar, Mercinews.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) Bali menyosialisasikan program Golden Visa sebagai upaya menarik investor global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Sosialisasi tersebut digelar dalam kegiatan bertema “Implementasi Golden Visa dalam Rangka Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Bali” di Denpasar, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenim Bali, Felucia Sengky Ratna. Dalam sambutannya, Sengky menegaskan bahwa program Golden Visa merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah untuk meningkatkan daya tarik Indonesia di mata investor internasional.
Menurutnya, melalui program ini pemerintah berupaya mengundang investor serta talenta asing yang memiliki kemampuan dan pengalaman untuk berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program Golden Visa didorong untuk menggaet investor serta talenta asing berbakat agar dapat berkontribusi bagi pembangunan nasional. Kami di Bali tentu mendukung penuh kebijakan ini,” ujar Sengky.
Ia menambahkan, fasilitas izin tinggal jangka panjang yang diberikan melalui Golden Visa diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang investasi serta memperkuat kolaborasi di berbagai sektor.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Keimigrasian Kanwil Ditjen Imigrasi Bali, Andriyansah, menjelaskan bahwa Golden Visa dirancang untuk memberikan kemudahan bagi investor maupun individu yang memiliki keahlian khusus agar dapat tinggal lebih lama di Indonesia.
“Golden Visa diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, khususnya melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta transfer pengetahuan dan teknologi,” jelasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, pemahaman para pemangku kepentingan terkait kebijakan Golden Visa diharapkan semakin meningkat. Program tersebut juga dinilai dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi investasi di tingkat global.(red)






