Ukraina dan Jepang menandatangani perjanjian jaminan keamanan bilateral

Jumat, 14 Juni 2024 - 00:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida (kiri) bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (Foto file - Anadolu Agency)

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida (kiri) bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (Foto file - Anadolu Agency)

Mercinews.com – Ukraina dan Jepang menandatangani perjanjian keamanan bilateral untuk jangka waktu 10 tahun, dan pada tahun 2024 Kyiv akan menerima $4,5 miliar dari Tokyo.

Hal ini diumumkan oleh Presiden Ukraina Vladimir Zelensky bersama dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, kami baru saja menandatangani perjanjian keamanan antara negara-negara kami,” tulisnya di halaman X-nya.

Ukraina senilai $4,5 miliar dan akan mendukung negara kami sepanjang jangka waktu 10 tahun perjanjian.”

Menurutnya, perjanjian tersebut mengkonsolidasikan bantuan keamanan kepada Kiev, serta kerja sama di bidang kemanusiaan, teknis, dan keuangan.

Pada saat yang sama, sesuai dengan undang-undang Jepang dan konstitusi negara saat ini, Jepang hanya dapat memasok teknologi dan peralatan yang tidak mematikan ke pihak Ukraina.

Baca Juga:  72% warga AS percaya Biden tidak sehat secara mental untuk bertarung lagi

Kantor Zelensky juga mencatat bahwa Jepang akan memberikan perawatan kepada personel militer Ukraina dan akan bekerja sama dengan Ukraina di bidang intelijen dan perlindungan informasi rahasia. Selain itu, menurut dokumen tersebut, Tokyo akan membantu Kyiv memperkuat keamanan nuklir.

Negara-negara Kelompok Tujuh pada KTT NATO di Vilnius pada musim panas 2023 mengumumkan niat mereka untuk menyelesaikan perjanjian jaminan keamanan dengan Kiev. Sejak itu, Ukraina telah menyelesaikan 16 perjanjian bilateral.

Baca Juga:  Erdogan sebut, Putin rencana mengadakan pertemuan terkait Suriah di Turki

Menurut perwakilan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, dokumen-dokumen ini tidak berbicara tentang jaminan, tetapi hanya menyatakan apa yang sudah dilakukan oleh sekutu Kyiv, dan tidak ada yang menjanjikan lebih dari itu.

(m/ci)

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB