Thaksin Shinawatra Bebas Bersyarat, Dinamika Politik Thailand Kembali Menghangat

Senin, 11 Mei 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra (Foto: Dok. Reuters)

Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra (Foto: Dok. Reuters)

Mercinews.com – Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, dibebaskan lebih awal dari penjara di Bangkok pada Senin (11/5/2026) setelah menjalani delapan bulan hukuman terkait kasus korupsi.

Pembebasan Thaksin Shinawatra itu dilakukan dengan status bebas bersyarat dan disertai kewajiban mengenakan alat pemantau elektronik selama masa percobaan hingga September mendatang.

Kehadiran Thaksin di luar penjara langsung disambut ratusan pendukungnya yang mengenakan atribut merah, warna identik kelompok loyalisnya.

Suasana haru terlihat ketika mantan taipan telekomunikasi berusia 76 tahun itu memeluk anggota keluarganya seusai keluar dari lembaga pemasyarakatan.

Dalam pernyataannya kepada wartawan, Thaksin mengaku lega setelah menjalani masa tahanan.

“Saya seperti berhibernasi selama delapan bulan,” ujarnya dilansir dari kantor berita AFP.

Meski telah bebas, Thaksin masih menghadapi perkara pidana lain yang belum selesai diproses.

Baca Juga:  Tiara Andini dan Ziva Magnolya Liburan di Thailand, Seru Naik ojek online Tuk Tuk

Pembebasan Thaksin kembali memunculkan perhatian terhadap peta politik Thailand.

Selama dua dekade terakhir, pengaruh politik keluarga Shinawatra menjadi salah satu kekuatan utama yang bersaing dengan kelompok konservatif pro-militer dan pro-kerajaan di negara tersebut.

Partai Pheu Thai yang identik dengan keluarga Shinawatra tercatat sebagai salah satu partai paling dominan di Thailand pada abad ke-21.

Baca Juga:  Trump Sebut masalah Biden bukan pada usianya, tapi ketidakmampuannya

Namun, hasil pemilu terakhir membuat posisi partai itu melemah setelah hanya menempati urutan ketiga.

Meski demikian, bergabungnya Pheu Thai dalam koalisi pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Anutin Charnvirakul dinilai membuka peluang kembalinya pengaruh politik Thaksin di tingkat nasional.

Sejumlah pengamat menilai kehadiran kembali Thaksin dapat memperkuat soliditas pendukung Pheu Thai dalam waktu dekat.(red)

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB